Kabar Nasional – Komentar Tetangga  Tentang Pelaku Pembuat Vaksin Palsu

Berasal dari aparat Badan Reskrim Mabes Polri sudah melakukan penggerebekan kepada sebuah rumah mewah yang letaknya berada di Kemang Pratama Regency, Bojong Rawaumbu, Kota Bekas berada di Rabu pekan lalu. Hal ini disebabkan karena rumah yang ada di kawasan elit ini sudah di jadikan rumah produksi pembuatan dari vaksin palsu di lakukan oleh sang penghuni rumah tersebut. Dari Eko Supriyanto yang sudah menjadi Komandan Regu Satpam perumahan memberikan suatu pernyataan penjelasan bahwa pasangan suami istri Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurahman sudah tinggal berada di rumah itu semenjak tahun 2013 lalu. Sebelumnya mereka telah mengontrak ada disebuah rumah yang terletak berada di kawasan Kemang, itu masih dalam satu kawasan.

Dari penjelasan Satpam tersebut, selama ini warga mengerti profesi dari Hidayat Taufiqurahman itu adalah seorang pegawai di sebuah perusahaan otomotif. Sedangkan dari sang istrinya adalah mantan seorang perawat yang ada di salah satu rumah sakit elite swasata ada di Bekasi. Akan tetapi semenjak berada di sini dirinya sudah tidak lagi bekerja menjadi perawat.

Eko menjelaskan sekali lagi, pada awalnya dari para warga yang sudah banyak curiga akan profesi yang sudah di geluti sang suaminya. Rasa curiga tersebut awalnya timbul mengenai dari gaji seorang pegawai yang ada di perusahaan. Ini masalahnya dirinya hanya menjadi akuntan, dia bisa membeli tanah kavling yang mempunyai harga berkisaran miliaran rupiah.

“Kalaupun pengusaha, kita sendiri baru percaya,” terang dari Eko sudah menidurkan ucapan berasal dari beberapa tetangganya.

Eko menyebutkan kalau warga sekitar baru mengerti bisnis yang sudah di jalankan oleh pasutri ini setelah dari petugas kepolisian meringkus rumah mewah dengan dua lantai tersebut. Dan ternyata rumah itu digunakan untuk memprodiksi vaksin palsu.

“Kami baru mengerti setelah adanya penangkapan dari petugas polisi. Penangkapan itu terjadi pada saat pulang salat tarawih,” ujar dari Eko menjelaskan. “Kami baru mengerti ya kalau ternyata mereka adalah pembuat vaksin palsu,”

About The Author