Kabar Nasional – Kondisi Bayi yang Positif Narkoba Sudah Mulai Membaik

 

Kondisi bayi yang masih berusia 5 bulan dan positif mengkonsumsi Narkoba di Kalteng sudah mulai membaik. Perkembangan dari kondisi bayi tersebut terus mendapatkan pantauan dari tim BNN Provinsi Kalimantan Tengah.

“Guna penanganan bayi tersebut, terus dilakukan pemantauan dari tim medis BNNP serta BNN. Baik termasuk pada dokter, psikolog serta tenaga ahli yang lainnya. Pada saat ini, telah terlihat adanya perkembangan yang cukup baik. Perilakunya pun sudah membaik,” ungkap Kombes Sumirat Dwiyanto selaku Kepala BNN Kalimantan Tengah sebagaimana yang telah dikutip dari detik.com pada Minggu 22/1/2017.

Sumirat pun menjelaskan bahwasannya bati tersebut sebelumnya memang terlihat sering rewel, gelisah dan menangis. Pada saat ini, kondisinya sudah cenderung lebih tenang. “Saat ini sudah kembali ceria lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Sumirat pun mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberlakukan rawat jalan pada ibu sang bayi yang telah positif menggunakan narkoba. Saat ini, bayi tersebut juga tengah bersama dengan ibunya.

“Sama seperti ibu dan juga keluarganya. Di rumah ada saudara – saudaranya di sana. Memang istrinya telah kita lakukan rawat jalan sebab kita tidak ingin memisahkan seorang anak dengan ibunya,” jelas Sumirat.

“Kita telah melakukan pemantauan perkembangan dari anaknya. Memang ibunya sering datang menuju BNN, apabila tidak membawa anaknya, maka kami pun akan langsung datang menuju ke rumahnya,” kata Sumirat.

Ketika disinggung membutuhkan waktu berapa lama bagi bayi tersebut untuk bisa kembali dalam kondisi normal. Sumirat telah menuturkan bahwa narkotika jenis sabu – sabu maksimal 3 hingga 7 hari telah hilang pengaruhnya dari dalam tubuh. Tergantung pada paparan atau penyebarannya.

Sumirat juga menjelaskan bahwa bayi positif narkoba itu merupakan akumulasi dari pihak orang tuanya yang telah menggunakan sabu.

“Tak hanya dikarenakan ASI, bapak, ibu dan temannya itu kan memang sering menggunakan ruangan yang ada bayinya itu ketika sedang mengonsumsi narkoba. Itu kan juga bisa dari paparan udara. Apabila orang beramai – ramai memakai sabu, kemudian kita berada di sana, maka kita pun juga akan terkena. Sama seperti dengan rokok kan,” jelasnya.

Sumirat pun berharap kondisi dari bayi tersebut akan semakin membaik ke depannya dan terhindar dari pengaruh narkoba.

“Apabila ibunya masih belum stabil, masih dalam kondisi labil. Paling tidak dua hingga tiga bulan ibunya pun harus melakukan rehabilitasi serta rawat jalan,” pungkasnya.

Be Sociable, Share!