Kabar Nasional – KPK Menggeledah Kantor serta Rumah Bupati Pamekasan

 

Komisi Pemberantas Korupsi telah melakukan serangkaian penggeledahan pada kantor serta rumah dinas  dari Ahmad Syafii selaku Bupati Pamekasan. Itu merupakan bagian dari pengusutan akan kasus suap pengamanan dari perkara dugaan korupsi untuk dana desa.

Tidak hanya di kantor serta rumah sang bupati, pada penyidik KPK selanjutnya menggeledah kantor di Kejaksaan Negeri Pamekasan serta Inspektorat Pemkab Pamekasan.

“Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 15:00 WIB serta sampai dengan sore hari masih terus berlangsung,” ujar Yuyuk Andriati selaku Plh Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi ketika dihubungi pada Jum’at sore 4/8/2017.

Sebagaimana yang telah diketehui apabila Ahmad sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus suap ini, dirinya bersama dengan Rudy Indra Prasetya selaku Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan serta Sutjipto Utomo selaku Inspektur Pemkab Pemakasan.

Lalu ada pula Agus Mulyadi yang merupakan Kepala Desa Dassok dan Noer Sollehhodin yang merupakan Kepala Bagian Administrasi Inspektorat Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kelimanya pun saat ini telah ditahan oleh KPK pada rumah tahanan yang berbeda setelah kemarin telah menjalani pemeriksaan.

Yuyuk juga mengatakan apabila setelah melakukan penggeledahan pada sejumlah lokasi, tim penyidik KPK pun akan melanjutkan kegiatan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang sudah berkaitan dengan adanya kasus tersebut.

“Rencananya, tim penyidik akan melanjutkan kegiatan mereka di Pamekasan dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Kegiatan tersebut rencananya akan dilangsungkan esok hari,” ujar Yuyuk.

Pada kasus suap yang melibatkan Bupati Pamekasan tersebut, tim penyidik KPK telah mengamankan uang tunai sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut diduga sebagai salah satu bentuk suap guna menghentikan proses penyelidikan atas dugaan korupsi untuk dana desa. Penyelidikan tersebut telah dilakukan oleh Kejari Pamekasan.

Uang senilai Rp 250 juta tersebut, telah diberikan oleh Agus dengan anjuran dari Noer, Sutjipto dan Ahmad pada Rudy supaya kasus dugaan korupsi dari dana desa mampu dihentikan proses penyelidikannya.

Alih – alih dihentikan, justru dengan adanya suap tersebut mampu menyeret sejumlah nama yang telah terlibat pada kasus dugaan korupsi dari dana desa yang telah terjadi di Pamekasan tersebut.

Be Sociable, Share!