Kabar Nasional – Kronologi Kecelakaan Maut yang Terjadi di Malang

 

Kombes Polisi Frans Barug Mangera selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur telah mengatakan apabila pihak  kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti dari kecelakaan maut yang telah terjadi di Karangploso, Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, memang telah terjadi kecelakaan maut pada Jum’at sore 26/8/2017, yang telah melibatkan belasan kendaraan dimana actor utama dalam kecelakaan maut tersebut ialah truk tronton.

“Saat ini tengah diperiksa secara insentif. Kami masih terus mendalami penyebab pastinya dari kecelakaan itu,” ungkap Frans, sebagaimana yang telah dilansir dari CNNIndonesia.com pada Sabtu 26/8/2017.

Frans juga menjelaskan apabila kronologi kecelakaan maut tersebut. Kecelakaan telah berawal saat truk tronton yang dikemudikan oleh Iwan Prasetyo melaju dengan kecepatan sedang dari arah Batu.

Ketika sampai di depan Ruko Kertanegara di Karangploso, tanpa diduga pedal gas lengket, akibatnya Iwan tak mamp mengusai kendaraannya sebab tak mampu mengerem.

Pada waktu itu, di depa tronton ada angkutan umum mikrolet yang dikendarai oleh Saputro. Truk tronton yang tidak terkendali itu, lalu menabrak mikrolet dari arah belakang. Kemudian menabrak Isuzu Panther yang dikemudikan oleh Supa’I yang datang dari arah berlawanan.

Tidak terhenti sampai di situ saja, truk tronton maut tersebut lalu menabrak sepuluh sepeda motor yang sedang melintas pada lokasi kejadian. Secara total terdapat 13 kendaraan yang sudah terlibat langsung pada kecelakaan maut tersebut.

“Karena kecelakaan itu, 4 orang meninggal dunia. Dimana dua korban meninggal pada lokasi kejadian, serta dua korban lainnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Ada 10 orang yang mengalami luka – luka serta satu korban dalam keadaan kritis,” jelas Frans.

Identitas dari keempat korban meninggall dunia dalam kecelakaan tersebut ialah, Kuswanto 30 tahun, Winarti 35 tahun, Warsiti 54 tahun. Ketiganya merupakan warga Desa Ngijo, Karangploso. Sementara itu, satu korban tewas lainnya, Sujatmiko 35 tahun, merupakan warga Sumpil Malang Kota.

Korban yang meninggal dunia, akan mendapat santunan Rp 50 juta, serta korban luka – luka akan dibantu dalam biaya pengobatan maksimal Rp 20 juta oleh pihak Jasa Raharja.

Be Sociable, Share!