Kabar Nasional – Kronologi Penangkapan dan Penggeledahan Pimpinan Saracen Jasriadi

Pembengkukan pentolan sindikat Saracen, Jasriadi, awalnya tak diketahui oleh warga di Gang Salempayo, Jalan Kasah, Kota Pekanbaru, Riau, pada 07 Agustus 2017.

Warga sekitar baru menyadari dan datang setelah penggeledahan hampir selesai, serta Jasriadi sudah diamankan dan dibawa oleh penyidik Bareskrim Polri dari rumah kontrakan yang berwarna putih itu. penggeledahan hanya disaksikan oleh Ketua RT setempat, Syafri.

Syafri mengaku, saat 07 Agustus 2017 dirinya ditelepon oleh pihak kelurahan yang bernama Suherman. Ia ditanya soal salah satu warganya yang bernama Jasriadi.

“Mereka nanya, adakah warga sini yang bernama Jasriadi. Saya bilang tak pernah melapor dan tidak tahu, orang yang menelpon ini berjanji akan datang siangnya,” ujar dia, Pekanbaru, Riau, Kamis (25/08/2017).

Saat malam harinya, Syafri lalu dijemput oleh Bhabinkamtibmas dan dibawa ke eumah kontrakan Jasriadi. Setibanya di rumah itu, ada sekitar enam personil polisi yang berpakaian sipil sedang melakukan penggeledahan rumah Jasriadi.

“Pada awalnya, saya tak tahu ada kasus apa. Saya hanya mengira kasus narkoba. Lalu saya tanyakan pada seorang petugas, katanya soal penyebar kebencian dan berita hoax,” sebut pria yang berusia 55 tahun itu.

Saat itu, Jasriadi tak diborgol oleh polisi. Di sana ada tiga orang perempuan, serta pimpinan Saracen itu sesekali dibentak oleh tim penyidik yang saat itu sedang mencari barang bukti. Beberapa ruangan digeledah, mulai lemari dibongkar, sampai jok sepeda motornya pun dibuka.

“Polisinya lalu nanya si Jasriadi, ini mana, itu dimana, mana lagi yang kamu simpan,” cerita Syafri.

Dari proses penggeledahan itu, petugas berhasil menemukan beberapa telepon genggam, laptop serta lebih dari 10 kartu seluler. Pada setiap kartu dicoba ke dalam ponsel yang ada.

“Semuanya lalu diletakkan di meja, kemudian dicoba satu persatu. Seperti mencari sesuatu yang ada dalam kartu seluler tersebut.  Mencari alat bukti,” jelas Syafri.

Tak ada warga lainnya yang menyaksikan penggeledahan itu, kecuali Syafri. Kemudian warga baru datang setelah Syafri dibawa polisi ke suatu tempat untuk mencari barng bukti lainnya.

“Setelah Jasriadi dibawa oleh polisi, baru ada sekitar lima orang warga yang datang. Lantas saya suruh pulang kerumah masing – masing, dan saya pun pulang setelah penggeledahan itu selesa, sebab polisi menyebut jika penggeledahan itu telah selesai,” terang Syafri.

About The Author