Kabar Nasional – Layanan Sex Ibu Hamil, Berhasil Di Grebek Polrestabes Surabaya

Seorang perempuan yang tengah hamil harus mengalami nasib yang tragis, hal tersebut dikarenakan dirinya dijual oleh temannya sendiri. Seorang perempuan yang bernama Sinta dengan tega menjual temannya sendiri yang berinisial LS (25) yang saat itu tengah hamil kepada pria hidung belang. Padahal, Sinta mengetahui kalau LS sedang hamil.

Dia menyediakan jasa berhubungan sex dengan ibu hamil kepada para pria hidung belang lewat grup jejaring sosial Facebook yang bernama WP/PK Real Area Jatim. Setelah mendapatkan informasi terkait hal tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Sat Reskrim Polrestabes Surabaya langsung meakukan perburuan sang mucikari.

“Pada sekitar pukul 14.00 WIB, kami langsung melakukan penggrebekan dan menemukan ketiganya berada didalam kamar tersebut. Di dalam kamar ada pelaku, tamu, dan korban,” kata AKBP Shinto Silitonga selaku Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (19/05/2017).

Dalam melancarkan aksinya, si pelaku menggunggah foto korban dan dirinya yang tengah hamil 5 bulan tersebut ke dalam grup jejaring sosial Facebook WP/PK Real Area Jatim dan disertai dengan keterangan yang menggoda untuk menarik minat para pria hidung belang.

Beberapa saat kemudian, ada seorangpria hidung belang yang berminat dan menghubungi Sinta untuk meminta layanan berhubungan intim threesome. “Dari pembicaraan pelaku dan tamu akhirnya disepakati bahwa untuk tempatnya di Hotel Palem yang terletak di Jalan Kencana Timur 08 Surabaya dengan dibandrol tarif layanan seks threesome Rp 1,7 juta per dua jam, dan belum termasuk biaya kamar hotelnya,” ujar Shinto menjelaskan.

Dari tarif yang sudah disepakati itu, Sinta membagi rata pendapatan dengan korban yang sedang hamil lima bulan. Kepada polisi, pelaku mengaku jika baru sekali menjual LS tersebut. Dia lakukan hal tersebut juga karena ingin membantu temannya itu.

“Ya intinya kita sama – sama sedang butuh uang Pak, lalu saya berinisiatif untuk membantu. Uanganya juga lumayan untuk tambah biaya hidup,Pak,” kata Sinta.

Atas perbuatannya, Sinta akan dijerat menggunakan Pasal 2 ayat 1 UU 21 tahun 2007 yang berisi tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang junto PasaI 296 KUHP junto PasaI 506 KUHP dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun penjara.

About The Author