Kabar Nasional – Lika – Liku Berhaji Jalan Kaki, Hampir Dirampok Hingga Ditraktir Makan

Melakukan ibadah haji merupakan cita – cita setiap umat muslim di seluruh dunia. Banyak cara dilakukan untuk bisa datang berhaji ditanah suci Mekkah, tak terkecuali seorang pemuda asal Pekalongan, Jawa Tengah, Muhammad Khamim Setiawan (29) pergi hari dengan berjalan kaki.

Ayah Khamim, Saofani Solichin mengatakan perjalan putra bungsunya menuju Tanah Suci dilaluinya penuh dengan cobaan.keluarga sempat ragu jika Khamim akan mampu tiba dengan selamat sampai Mekkah sebab medan yang dilalui cukup berat.

Saofani mengungkapkan, jika bekal yang Khamim bawa beberapa kali sempat akan dirampas saat dalam perjalanannya. Cobaan pertama kali dialaminya saat dirinya melintasi wilayah daerah pantura Cirebon dan Palembang.

Kejadian yang sama juga sempat dilaminya saat berada di Thailand. Akan tetapi perampokan tersebut akhirnya tidak terjadi.

“Dan juga saat melintasi India, beberapa orang yang bertemu dengan Khamim agak jahil. Saat ditanya mengenai rute perjalanan mereka malah memberikan rute yang memutar cukup jauh,” katanya.

Tak hanya akan dirampok, Khamim juga pernah melaluli perjalanannya tanpa membawa bekal apa pun. Hal tersebut bermula saat dirinya akan berjalan dari Banten menuju ke Palembang dan ditemani oleh seorang kawan.

Sang kawan mendadak harus pulang sebab keluarganya ada yang sakit, akhirnya Khamim pun memutuskan untuk berjalan kaki seorang diri. Dia pun lantas memberanikandiri melintasi daerah walaupun perjalanan yang diakukannya itu di malam hari hingga dini hari.

“Sampai – sampai, seluruh barang bawaannya Khamim termasuk GPS, Handphone, dan sebagian pakaiannya dititipkan ke rekannya untuk diantarkan hingga perbatasan Malaysia. Jadi, saat menempuh jalur lintas Sumatra, anak saya benar – benar tidak membawa apa – apa, mungkin hanya membawa beberapa pakaian saja,” terang Saofani.

Oleh sebab itu, Khamim hanya mengandalkan masjid dan mushala sebagai tempatnya untuk beristirahat. Saat tiba dirumah Allah itu, dia mendapatkan petunjuk dan sedikit bantuan dari sesama kaum muslim.

Dukungan dan bantuan yang sama juga diterima saat Khamim melintasi wilayah Malaysia, India serta Dubai. Dia tak mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan yang halal dari sesama muslim yang ternyata juga berasal dari Indonesia.

“Saat ada di Malaysia, dia ada teman yang juga seorang habib, begitu juga saat berada di India. Di Dubai dia juge berkesempatan bertemu dengan Kedubes Indonesia dan disambut dengan sangat baik.” terangnya.

Kedatangan Khamim ke kedubes saat itu tidak hanya semata mencari pertolongan dan tempat istirahat sementara. Tapi dia sengaja bersilaturahmi dan sambil mengurus visanya supaya bisa melintasi sampai daerah tujuan. Kini calon haji Backpacker itu sudah berhasil sampai di perbatan Dubai – uni Emirat Arab.

“Ya syukur Alhamdulillah. Ternyata apa yang menjadi kekhawatiran keluarga selama ini tidak sampai menjadi kendala buat dia. Khamim berjalan kaki hampir tanpa hambatan yang besar sampai ke Dubai,” tutup Saofani.

About The Author