Kabar Nasional – Lika liku Bripka Winardi Mengetuk Hati Pemabuk & Pejudi Meninggalkan Dunia Hitam

 

Sudah dalam 1,5 tahun telah menjadi anggota Bhabinkamtibmas, telah membuat Bripka Winardi telah menghayati tugasnya. Dalam melakukan pendekatan pada warga, Bripka Winardi mempunyai cara yang inovatif guna mengurangi kriminalitas pada wilayah kerjanya.

“Saat saya menjiwai (tugasnya sebagai) Bhabinkamtibmas, maka terpikirkanlah pada tahun pertengahan 2015. Kenapa saya tak mengkolaborasikan tugas saya (sebagai anggota kepolisian) serta kewajiban sebagai manusia,” ungkap Winardi.

Hal ini lah yang telah disampaikan oleh Winardi ketika ditemui oleh pewarta, pada salah satu rumah warga yang ada pada Dusun Kaligawe, Bantul, Yogyakarta pada beberapa waktu yang lalu.

Sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, yaitu polisi yang terdepan serta bersentuhan langsung dengan para warga. Winardi pun mempunyai tugas yaitu disetiap harinya mendatangi rumah warga minimal tiga rumah. Wilayah tugasnya berada di Polsek Bantul serta menempatkannya pada Desa Bantul.

Pada tugas kesehariannya, Winardi pun mengetahui bahwa sejumlah warga yang ada di wilayah tugasnya telah mempunyai kehidupan yang kelam. Ada sejumlah warganya yang merupakan pejudi, bahkan ada penjual togel yang memiliki omzet hingga jutaan rupiah di setiap harinya.

“Pada kunjungan sambaing, kami telah mendapati sejumlah warga yang terkadang kondisinya sedang tidak mampu namun suka berjudi, mabuk, terjerumus pada hal negatif, serta suka berbuat onar. Maka, disitulah saya pun terketuk hati saya,” jelasnya.

Kemudian, Winardi memilah – milah manakah warga mana yang akan didekatinya guna mengentaskannya dari kejahatan. Lantas Winardi pun mulai mengelompokkan para warga yang menurutnya perlu untuk mendapatkan masukan darinya. Ada juga yang masuk criteria guna dibantu secara ekonomi.

Lalu mengajak mereka yang mampu menghasilkan uang yang tidak sedikit dari jualan tohe, kemudian banting stir dengan menjadi penjual angkringan, tentu saja bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan.

“Pastinya memang akan ada penolakan pada awalnya. Dimana dulu semalam memiliki omset mulai 2 juta hingga 3 juta. Namun saya berhasil meyakinkan bahwa apa yang akan mereka dapatkan hanya dengan Rp 50 ribu itu merupakan sebuah berkah,” jelas Winardi.

Be Sociable, Share!