Kabar Nasional – Madiun Deportasi Warga Asing China

Kantor Imigrasi kelas II yang ada di Madiun telah kembali melakukan deportasi kepada 2 warga asing yang berasal dari China karena sudah menyalahi izin  tinggal di Indonesia dengan sudah bekerja di salah satu kantor dari sitributor barang elektronik yang ada di kota Madiun, Jawa Timur.

Dari kepala kantor Imigrasi kelas II kota Madiun yaitu Sigit Roesdianto telah mengatakan ke-2 warga negara China itu telah dideportasi bernama Xiangxin Wei usia 27 tahun dan Yiquan Liang usia 29 tahun. “Ke-2 warga negara asing itu  sudah dideportasi dikarenakan terbukti melanggar UU no 6 tahun 2011 yaitu tentang keimigrasian,” jelas Sigit kepada para wartawan seperti yang dilansir dalam cnnindoneisa.com pada hari Sabtu, 14/01/2017.

Baginya, ke-2 warga yang berasal dari Tiongkok itu telah menjalani pemeriksaan kurang lebih 10 hari. Dan hasilnya keduanya itu terbukti melanggar pasal 75 telah mengatur tentang administrasi UU Keimigrasian. Ke-2 warga China tersebut tak melaporkan ke kantor imigrasi yang ada setempat did alam kurun waktu 1 x 24 jam disaat melakukan survey dan juga rapat di salah satu kontrakan   yang ada di jalan Mayjen Sungkono Madiun.

“Keduanya itu hanyalah menggunakan visa kunjungan saja disaat ditangkap di salah satu kontrakannya yaitu di jalan Mayjen Sungkono kota Madiun,” jelasnya.

Setelah adanya berkas pemeriksaannya sudah lengkap, maka kedua negara China itu segera di antar ke Bandara Juanda yaitu dengan adanya pengawalan 3 orang petugas dari Imigrasi Madiun. Data kanotr dari Imigrasi kelas II kota Madiun telah mencatat selama 2 bulan ini, ternnyata pihaknya sudah mendeportasi 4 warga negara asing juga yang berasal dari China.

“Ke-4 warga neraga China tersebut juga memiliki kasus yang sama. Yaitu menyalahi aturan izin untuk Tinggal di Indonesia. Mereka kedapatan sedang bekerja, padahal dari izin yang sudah dimilikinya hanyalah visa kunjungan saja,” jelas Sigit.

Dari kejadian itu, pihak imigrasipun akhirnya gencar untuk melakukan pengawasan kepada warga negara asing. Dari adanya pemantauan yang juga melibatkan beberapa petugas dari dinas tenaga kerja yang ada setempat.

About The Author