Kabar Nasional – Memaafkan Pencatut Nama, Eko Menyerahkan Proses Hukum pada Polisi

 

Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal dengan Eko Patrio, mengaku sudah memaafkan tujuh media online yang telah mencatut namanya. Media online itu telah menyebutkan bahwa penangkapan teroris merupakan pengalihan isu semata. Anggota DPR RI tersebut menyebutkan bahwa terkait dengan proses hukum, dirinya telah menyerahkan pada Polri beserta kuasa hukumnya.

“Secara pribadi sebenarnya saya sudah memaafkannya. Namun nantinya saya akan menyerahkan saja pada tim kuasa hukum dan pastinya pihak kepolisan. Kan sudah diproseskan secara hukum,” ungkap Eko pada Sabtu 17/12/2016.

Eko juga mengungkapkan bahwasannya sejak awal dirinya tidak ingin untuk mempermasalahkan kasus tersebut. tetapi karena Polri telah merasa dirugikan serta dirinya juga telah ikut terseret, maka pada akhirnya dirinya pun ikut angkat bicara.

“Pada awalnya saya enggak mau, namun yang dizolimi bukan hanya saya saja, pihak kepolisian juga. Bahkan Kapolri saja hingga marah – marah juga, sehingga sudah ya saya kembalikan pada kepolisian bagaimana selanjutnya. Nanti saya pun akan berkoordinasi bersama kuasa hukum saya,” jelas Eko.

Eko pun mengatakan bahwa dirinya akan melihat dari tujuh media online yang telah mencatut namanya tersebut dan siapa saja yang telah meminta maaf serta mengklarifikasinya. Pada Senin 19/12/201 nanti, Eko akan mengambil terkait dengan langkah selanjutnya.

“Pada hari Senin nanti, kita akan memutuskan,” imbuhnya.

Ferry Firman Nurwahyu selaku pengacara Eko Patrio sebelumnya telah mengatakan bahwa proses hukum memang masih akan tetap berjalan meski pun pihak – pihak yang telah mencatut nama dari kliennya tersebut telah meminta maaf. Pihaknya pun akan segera membuat laporan pada Bareskrim Polri pada Senin esok.

“Ya dilaporkanlah, masalahnya dirinya baru ingin minta maaf baru belakangan ini kan, orang sudah dibuat kacau jadinya. Tulisan itu kan sudah berhari – hari. Dia telah membuat kegaduhan serta merugikan dari orang lain,” imbuh Ferry pada Sabtu 17/12/2016.

“Nantinya kita akan memakai undang – undang yang sudah berlaku. Apakah mengunakan UU ITE maupun juncto pasal – pasal KUHP yang ada,” pungkas Ferry.

Be Sociable, Share!