Kabar Nasional – Mendagri Minta Maaf Atas Kejadian Musibah Mudik Lebaran 2016

Untuk selama ini dari pihak pemerintah yang sudah melakukan suatu upaya yang maksimal dalam memberikan layanan kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan tahunan mereka untuk pulang ke kampung halaman atau dinamakan dengan mudik. Berawal dari mempercepat untuk membayarkan proses pembayaran jalan tol sampai dengan perbaikan jalan-jalan yang rusak.

“Yang telah terjadi adalah suatu musibah, kekurang nyamanan dari perjalanan mudik menjadi evaluasi yang ada di tim kami, pemerintah khususnya untuk Mendagri yang sudah merasa bersalah dan kami meminta maaf,” terang dari Mendagri yang bernama Tjahjo Kumolo yang telah disebutkan kepada laman media resmi dari Kemendagri.go.id.

Tjahjo Kumolo sendiri yang sudah menyatakan kalau dari pemerintah yang sudah sampaikan permohonan maaf akan meninggal dunia dari pemudik sebanyak 17 orang selama melakoni mudik untuk lebaran 2016 ini. Khususnya dari kepala pihak keluarga yang telah mendapatkan musibah.

Penyebab mereka meninggal dunia memang beragam. Bukan hanya disebabkan masalah kecelakaan lalu lintas, akan tetapi juga disebabkan karena mereka sering sekali untuk menghirup udara polusi dari karbon dioksida dan juga dari apnoe causa CO2 toksic berasal dari pendingin udara kendaraan tersebut.

“Untuk terjadinya musibah dari sebagian masyarakat berada di saat kemacetan berada di Pantura yang letaknya berada di Brebes, saya selaku menjadi mendagri atas nama dari pemerintah juga langsung memberikan permintaan maaf,” terang darinya menjelaskan.

Tjahjo Kumolo, yang sebelumya juga menjelaskan kalau akan mengirimkan sebuah radiogram kepada seluruh kepala daerah berada di Pantura, dimana bisa menjadi perlintasan dari arus mudik dan arus balik Lebaran 2016.

Dari kepala daerah tersebut yang di antaranya adalah Bupati Pemalang, Bupati Tegal, Bupati Brebes, Wali Kota Tegal, dan Bupati Cirebon. Lebih khususnya lagi kepada yang terjadi berada di Kabupaten Brebes.

“Saya memohon perhatian khusus dari perbantuan siaga selama dalam kurun 24 jam. Seperti keamanan dari Satpol PP, dari aparat kecamatan, dari aparat desa yang terkait sepanjang Jalan Pantura dan juga puksesmas yang sudah disiagakan selama dalam kurun 24 jam,” tambahnya.

About The Author