Kabar Nasional – Mendikbud Siap Berikan Sanksi Pelaku Kecurangan PPDB

 

Terkait atas penyimpangan pada penerimaan peserta didik baru di tahun ajaran baru ini, Muhadjir Effendy selaku Mendikbud, telah mengatakan akan adanya sanksi yang diberikan pada pihak – pihak yang sudah melakukan kecurangan pada proses itu. Dirinya telah mengungkapkan apabila pemberian sangksi itu, akan disesuaikan atas pelanggaran yang sudah dilakukan. Tetapi tidak seluruh pelanggaran yang akan ditindak langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, contohnya terkait dengan kasus jual beli kursi untuk siswa baru.

“Apabila hal itu (jual beli kursi) sudah bukan menjadi urusan saya lagi. Sebab sudah ada tim Saber (Sapu Bersih) Pungli dari pihak Kepolisian. Akan ada yang domain pada Mendikbud, juga ada yang domain pada pihak yang lainnya. Apabila pelanggaran hukum, nantinya ya bukan kami yang akan bertindak. Namun apabila pelanggaran prosedur, pelanggaran implementasi peraturan menteri, maka kami yang bertindak,” ungkap Muhadjir ketika ditemui pada Kantor Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan Jakarta.

Tidak hanya itu saja, Muhadjir pun telah mengatakan bahwasannya akan melakukan evaluasi pada kepala dinas pendidikan. Hal itu terkait atas system pelaksaan dari PPDB itu. Evaluasi itu nantinya akan dilakukan guna melihat efektivitas dari Permendikbud No 17 tahun 2017 yang mengatur tentang Penerimaan Siswa Baru.

Atas kesimpulan dini dari Muhadjir, persoalan pada PPDB di tahun ajaran 2017 / 2018 ialah adanya pemahaman yang berbeda dari implementasi atas peraturan menteri.

“Memang harus ada pemahaman terkait pasal – pasal pada aturan tersebut. Misalnya saja, terkait dengan seluruh siswa pada zona tersebut, harus bisa diterima sekolah yang ada pada zona tersebut. Memang masih banyak juga yang ternyata belum memahami hal tersebut,” imbuhnya.

Terkait atas masalah pendaftaran pada PPDB, Muhadjir pun telah melihat adanya persoalan teknis serta kesigapan dari petugas di lapangan yang telah menjadi masalah.

“Teknisnya, dikarenakan petugas lapangan yang masih belum siap. Hal itu bukan menjadi urusan kami, itu merupakan urusan dinas. Saya tadi sudah menanyakan pada Dinas Pendidikan Jawa Barat, mengapa masih ngadat, padahal pihak ITB sudah memberikan bantuan. Sehingga memang terdapat masalah, ya mudah – mudahan pada tahun depan nanti bisa kami selesaikan,” pungkas Muhadjir.

Be Sociable, Share!