Kabar Nasional – Menghina Jusuf Kalla Ketika Demo, Seorang Pendemo Diperiksa

 

Polres Jakarta Selatan telah memeriksa Sylver Matutina selaku Ketua Umum Solidaritas Merah Putih. Hal itu dilakukan setelah Dylver telah menyinggung Wakil Presiden Republik Indonsia, Jusuf Kalla ketika berunjuk rasa. Demo tersebut berlangsung pada tanggal 15 Mei yang lalu, bertempat di depan Mabes Polri.

Karen Ezana selaku rekan Sylver pada Solidaritas Merah Putih juga menyebutkan bila rekannya diperiksa oleh penyidik pada dua hari sesudah melakukan unjuk rasa.

“Dirinya telah dimintai keterangan terkait atas orasi yang berlangsung di depan Markas Besar Polri,” ungkap Karen pada Sabtu 20/5/2017.

Setelah diperiksa, Sylver pun dikabarkan telah dikenakan wajib lapor dari tim penyidik di setiap hari Senin dan hari Kamis. Salinan surat untuk wajib lapor yang telah diteken oleh AKBP Budi Hermanto selaku Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jaksel.

Surat tersebut telah diterbitkan atas pentimbangan pengawasan terhadap tersangka. Sementara itu, dasar lain dari penerbitan surat tersebut ialah Pasal 106 dan Pasal 17 ayat 1 KUHP.

Tetapi Kombes Iwan Kurniawan selaku Kapolres Jakarta Selatan telah membantah akan keberadaan dari surat wajib lapor tersebut. dirinya berkata bahwa surat tersebut tidak dilengkap dengan nomor serta tanggal penerbitan surat.

“Hal itu tidak benar, tak ada nmornya. Saya pun menanggapi bahwa surat tersebut bukan kami yang telah mengeluarkannya,” kata Iwan.

Pada Senin lalu, ketika tengah berorasi, Sylver telah mengeluarkan sejumlah pernyataan terkait isu SARA, dimana telah menyeret nama Jusuf Kalla. Isu tersebut telah muncul pada media sosial serta kebenarannya sudah dibantah oleh Kalla.

“Marilah mundurkan Jusuf Kalla. Sebab JK yang memakai rasisme, mempergunakan isu SARA guna memenangkan Anies – Sandi serta untuk kepentingan dari Jusuf Kalla tahun 2019 serta untuk kepentingan dari korupsi oleh keluarga Jusuf Kalla,” sebagaimana yang telah ditudingkan oleh Sylver pada video yang berdurasi dua menit lima puluh empat detik.

Sebelumnya Sylver juga telah menjadi pemberitaan setelah melaporkan Fahri Hamzah dan Rizieq  Shihab di Polda Metro Jaya. Sylver melaporkan Fahzi atas tuduhan penghasutan ketika berorasi pada demonstrasi 4 November 2017 atau dikenal dengan Aksi 411. Sementara itu, Rizieq dilaporkan dengan dugaan telah menyebarkan ujaran kebencian. Dimana Rizieq telah memfitnah Presiden Jokowi sebagai komunis.

Be Sociable, Share!