Kabar Nasional – Menjelang Idul Adha, Belum Ada Hewan Kurban Jakarta yang Sakit

 

Dinas Kelautan, Pertanian, Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta telah menyatakan sampai dengan saat ini, pihaknya masih belum menemukan adanya hewan kurban yang telah terjangkit sakit para menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Pada tahun ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 1 September 2017.

Darjamuni selaku Kepala Dinas KPKP telah menyebutkan apabila pihaknya  baru melakukan pemantauan secara langsung pada 2.000 tempat penjualan  hewan kurban pada sejumlah lokasi yang berada di Jakarta. Jumlah tersebut masih mungkin akan terus bertambah.

“Kita telah turun mulai H – 10, terus kita update. Dengan melibatkan Unit Pelaksana Teknis, suku dinas Kementerian Pertanian,” ungkap Darjamuni ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu 23/8/2017.

Berdasarkan dari hasil pantauan itu, hanya ditemukan beberapa hewan kurban yang mengalami sakit mata serta terdapat 50 ekor hewan yang tak memenuhi persyaratan sebab masih belum cukup umur, yaitu 2 tahun.

Pengecekan yang dilakukan meliputi cek darah, pemeriksaan mata, cek visual, cek diare dan stress. Di hari H nanti, ada pun sejumlah petugas yang siaga dari Fakultas Kedokteran Hewan di Institut Pertanian Bogor yang akan dikerahkan guna melakukan pemeriksaan.

“Apabila di bagian dalam, mulai cacing hati hingga segala macamnya, pada saat pemotongn 1 September nanti baru bisa diketahui,” tambh Darjamuni.

Apabila nanti ditemukan adanya cacing hati pada hewan kurban, maka bagian hati itu haruslah dimusnahkan, tetapi pada bagain daging yang lain masih bisa untuk dikonsumsi.

Supaya masyarakat mengonsumsi daging dari hewan kurban yang sehat, Darjamuni pun mengimbau supaya masyarakat membeli hewan kurban pada tempat penjualan yang telah ditempeli dengan stiker Dinas PKPK Provinsi DKI Jakarta.

Terkait dengan harga penjualan, Darjamuni mengaku apabila masih belum bisa untuk mengendalikannya, sebab ada sejumlah pembeli dari golongan atas yang bersedia untuk membayar berapapun harga kambing atau sapi dengan kualitas premium, sebab hal itu juga dianggap sebagai prestise.

Meski pun demikian, pihaknya pun masih terus melakukan pemantauan dari harga batas atas serta batas bawah dari hewan kurban itu.

Be Sociable, Share!