Kabar Nasional – Pasukan Polri Tengah Tersandung Isu Penyelundupan Senjata Menuju Sudan

Kabar yang datang dari Darfur Sudan, telah membuat gempar. Pasukan Perdamaian yang berasal dari Indonesia, dituding akan melakukan penyelundupan senjata ketika pulang menuju Indonesia. Jenis senjata yang akan diselundupkan diantaranya 29 senapan Kalashnikov, 4 senjata merk lain, 6 senjata GM3, enam puluh satu piston dengan berbagai jenis serta ada amunisi dengan jumlah besar.

Menanggapi hal itu, Mabes TNI pun langsung melakukan penyelidikan. Ada sejumlah komandan pasukan yang telah bertugas dibawah bendera PBB yang ada di Sudan, segera dimintai informasi secara langusng. Dan hasilnya, tidak ada anggota dari Pasukan Garuda TNI yang sudah ditahan mau pun terlibat pada kasus dugaan penyeludnukan senjata tersebut.

“Satgas Unamid pun masih berada di Sudan sampai dengan Maret 2017,” ungkap Kasuspen  Mabes TNl Mayjen Wuryanto ketika menggelar jumpa pers yang bertempat di Cilangkap, sebagaimana yang telah dikutip dari detik.com pada Selasa 24/1/2017.

Indonesia memang telah mengirimkan dua kontingen menuju Sudan. Kontingen yang pertama dari TNI serta kontingen yang kedua dari Polri.

“Dari TNI disebut United National African Mission in Darfur atau Unamid serta dari Kepolisian RI Formed Police United atau Satgas FPU,” imbuh Wuryanto.

Mabes Polri pun segera angkat bicara terkait dengan insiden tersebut. Mereka pun membenarkan bahwa memang ada Pasukan Polisi Penjaga Perdamaian yang akan pulang menuju Indonesia dan telah tertahan di airport. Tetepi Polri membantah bahwa terdapat anggotanya yang telah terlibat dalam upaya penyelundupan senjata.

Kombes Martinus Sitompul selaku Kabag Penum Mabes Polri telah menjelaskan terkait atas insiden tersebut. Menurutnya, tidak benar adanya apabila 139 anggota dari Pasukan Polisi Penjaga Perdamaian telah ditangkap.

“Saya tegaskan kembali bahwa mereka bukannya ditangkap, namun telah tertahan kepulangannya. Bukannya ditangkap lo ya, mereka hanya tinggal transit Camp disana. Kerena tempat mereka yang berada di Garuda Camp telah diisi oleh FPU 9,” ungkap Kombes Martinus.

Arrmanatha Nasir selaku Jubir Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga telah menjelaskan bahwa pada saat ini Dubes RI di Khartoim telah berada pada pada lokasi penahanan guna memberikan pendampingan. Tidak hanya itu saja, tim Polri pun segera berangkat guna memberikan bantuan hukum.

About The Author