Kabar Nasional – Pelajar di Purwakarta Telah Diwajibkan Bawa Bekal Serta Lepas Sepatu di Kelas

 

Sejak memimpin Purwakarta di periode pertama pada tahun 2008 yang lalu, Dedi Mulyadi telah meulai menerapkan pendidikan yang berkarakter berbudaya serta mengedepankan pola aplikatif. Hal itu tentu saja berbandingn dengan kurikulum nasional dengan lebih akademis.

Sejumlah peraturan pun telah dia terapkan pada para pelajar. Dan yang paling mencuri perhatian ialah kebijakan Dedi  yang tak memperbolehkan kantin serta pedagang di area sekolah. Dedi pun mengganti dengan mengharuskan pada pelajar untuk membawa bekal sendiri dari rumah.

Tidak hanya itu saja, peraturan yang juga membebaskan pakaian dari para pelajar dengan seragam biru putih dan merah putih. Bahkan, para pelajar juga tak perlu merasa risau mengenai alas kaki yang biasanya memang harus mengikuti standar, sebab nantinya alas kaki pun akan dibuka sebelum para pelajar masuk kelas.

Bupati Dedy pun telah mempunyai alasan yang tersendiri atas kebijakan tersebut. mengenai bekan makanan, dirinya pun berharap bahwa hal tersebut akan mampu membangun pola hidup yang sehat. Sebab, makanan yang telah merak bahwa pun bisa menjamin kesehatan serta gizinya sebab setiap keluarga pun pastinya akan mempersiapkan bekal yang bergizi bagi anaknya.

“Sementara itu, jajanan di sekolah masih belum tentu sehat. Bahakan ada sejumlah kasus hingga terjadi keracunan,” ujar Dedi sebagaimana yang telah dikutip dari detikcom.

Tak hanya itu saja, pola makanan yang seperti itu pun akan mampu membangun rasa kekeluargaan yang erat diantara pelajar dimana nantinya akan saling berbagi makanan. Bagi pelajar yang bekalnya pas – pasan, pun akan saling berbagi bekal mereka bersama dengan temannya yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Pola bekal yang seperti itulah nantinya akan membangun sebuah tradisi yang bagus, yakni bangun pagi. Apabila bangun pagi, tentu saja akan menunaikan sholat subuh. Sehingga, tidak hanya anak – anak yang  akan bersiap untuk masuk sekolah pada jam 6:00, tetapi para orang tua pun juga harus gesit,” jelasnya.

Kemudian, terkait dengan larangan untuk memakai sepatu saat masuk kelas. Hal itu bertujuan untuk menciptakan ruangan yang nyaman dan higienis.

“Sepatu kan bisa saja menginjak apa saja. Mungkin saja ketika menuju sekolah, meraka telah menginjak kotoran. Sehingga, dengan melepas sepatu sebelum masuk kelas, setidaknya kelas pun akan tetap bersih serta bakterinya akan berkurang. Ancaman virus jahat jalanan pun berkurang,” bebernya.

Be Sociable, Share!