Kabar Nasional – Pemerintah Mempersiakan Dana Stimulus pada Kerusakan Rumah di Aceh

 

Pemerintah pada saat ini telah mempersiapkan dana stimulus yang akan diberikan pada warga Aceh yang rumahnya telah mengalami kerusakan karena gempa Aceh. Pada saat ini, masih dilakukan verifikasi guna memastikan kategori atas kerusakan bangunan.

“Pada rumah yang mengalami kerusakan berat, pun akan diberikan stimulus dana mendapat Rp 40 juta. Sedangkan pada rumah yang mengalami kerusakan sedang atau pun ringan akan mendapatkan dana senilai Rp 20 juta. Sehingga pemerintah tidak akan menggantikan semua biaya, misalnya rumah yang senilai Rp 500 juta, nantinya ya hanya mendapatkan stimulus yang sesuai dengan kerusakannya,” kata Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Human BNPB ketika melakukan jumpa persi di Jakarta Timur pada Jum’at 9/12/2016.

Pemerintah pun akan segera melakukan penanganan atas kerusakan dari infrastruktur umum seperti masjid, gedung sekolah serta kantor pemerintahan. Sutopo juga telah menyebutkan bahwasannya Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat juga akan segera menangani kerusakan yang terjadi pada kantor pemerintahan. Sementara itu, kerusakan pada gedung sekolah akan ditangani oleh Kemendikbud.

Sampai dengan saat ini, sudah tercatat ada 11.681 rumah yang mengalami kerusakan. Dimana 8.677 rumah mengalami kerusakan ringan, 74 rumah mengalami kerusakan sedang serta 2.930 rumah mengalami kerusakan berat. Karena gempa yang berkekuatan 6,5 SR yang telah terjadi pada hari Rabu 7/12/2016, membuat 23.231 orang telah mengungsi. Kebanyakan korban yang mengungsi karena takut gempa susulan akan kembali terjadi, serta sebagian karena rumah yang mereka tinggali telah runtuh karena gempa.

“Sampai dengan saat ini, pendataan dari korban meninggal yang sudah masuk mencapai 100 orang, sementara itu korban luka mencapai 724 orang dengan rincian 589 mengalami luka ringan serta 135 korban mengalami luka berat,” tambah Sutopo.

Sejumlah ruko yang berada di Pasar Meureudu telah runtuh karena gempayang berkekuatan 6,5 SR tersebut. Sampai dengan saat ini, proses pencarian korban pun masih terus dilakukan oleh tim dari Basarnas yang juga dibantu oleh TNI, Polri, BPBD serta masyarakat guna membongkar puang – pungin bangunan. Pencarian memang masih terus dilakukan setelah ada tanda  – tanda yang didapatkan dari anjing pelacak.

Be Sociable, Share!