Kabar Nasional – Pemerintah Subsidi Separuh Lebih dari Harga Elpiji Melon

PT Pertamina telah menilai bahwa beban subsidi pemerintah untuk LPG atau elpiji 3 kilogram atau biasa disebut elpiji melon telah sangat berat. Hal itu dikarenakan subsidi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pada saat ini telah mencapai separuh lebih dari harga asli dari elpiji tersebut. Pertamina pun merasa khawatir sebab bisa jadi beban subsidi itu akan memberatkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Mohammad Iskandar selaku Direktur Pemasaran Pertamina telah menuturkan bahwa harga keekonomian elpiji pada saat ini telah berada pada kisaran Rp 10.500 per kilogram. Sedangkan masyarakat hanya dibebani dengan hanya senilai Rp 4.750 per kilogram. Dengan kata lain. Berarti pemerintah telah menombok harga elpiji untuk masyarakat senilai Rp 5.750 per kilogram.

“Pada saat ini, selisih diantara harga yang sudah diterima oleh masyarakat serta harga keekonomiannya sudah terlampau jauh. Bahkan, sebenarnya pemerintah sudah membayar subsidi yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh masyarakat untuk membeli elpiji bersubsidi,” beber Iskandar ketika ditemui di Gedung DPR pada Selasa 6/6/2017.

Lebih lanjut lagi, dirinya juga menjelaskan bahwasanya selisih yang jauh itu disebabkan oleh harga patokan LPG, yakni CP Aramco yang terus meningkat. Pada perencanaan APBN 2017, pemerintah telah mengasumsikan harga dari CP Aramco ada di angkar US$ 300 per metric ton. Tetepi hanya berselang 5 bulan, ternyata harga CP Aramco berangsur naik hingga angka US$ 400 per metric ton.

Iskandar juga melanjutkan bahwa sebetulnya Pertamina tak terpengaruh atas peningkatan harga dari CP Aramco. Tetapi apabila harga patokan meningkat, pastinya beban subsidi pemerintah pun akan membengkak. Terlebih lagi pada saat ini, pemakai elpiji melon juga semakin membludak.

“Meski pun harga naik, tetapi kami tak terpengaruh. Sebab nantinya biaya kami di – reimburse oleh pemerintah. Oleh sebab itu, pagu anggaran ini mungkin akan begitu terpengaruh,” imbuhnya.

Sebagai informasi, volume dari elpiji subsidi dalam APBN 2017 telah dipatok sebanyak 7,09 juta ton. Dimana angkat tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan APBN 2016 sejumlah 6,25 juta ton.

 

About The Author