Kabar Nasional – Pemprov DKI Siapkan 5 Terminal Tambahan Untuk Arus Mudik

 

Pemprov DKI Jakarta pada hal ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengaku tengah menyiapkan 5 terminal tambahan, guna mengantisipasi lonjakan penumpang untuk arus mudik. Pada arus mudik Lebaran 20187, diperkirakan terjadi pada bulan Juni yang akan datang. Di puncak arus mudik nanti, bus Antar Kota Antar Provinsi diprediksi akan memenuhi terminal.

Langkah ini diambil oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta setelah melihat adanya tren peningkatan pada penumpang bus AKAP pada musim arus mudik kali ini, yang diperkirakan mencapai angka 10 – 15 %.

“Berdasarkan analisa serta hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, terdapat tren peningkatan dari jumlah penumpang 10 hingga 15 %. Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, maka Dishub DKI pun akan mengoperasikan 5 terminat tambahan. Jumlah tersebut di luar dari tiga terminal utama,” ungkap Sigit Wijatmoko selaku Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada Minggu 28/5/2017.

Ada pun 3 terminal utama yang sudah dipersiapkan guna melayani penumpang di arus mudik. Arus mudik diprediksi akan mulai terjadi pada H – 10 sampai dengan H 14 Lebaran. Ketiga terminal utama itu ialah Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogebang dan Terminal Kalideres.

Sementera itu, lima terminal tambahan ialah Terminal Pinang Ranti, Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, Terminal Lebak Bulus serta Terminal Tanjung Priok. Terminal tambahan ini pun akan beroperasi pada H – 10 Lebaran hingga H 15 Lebaran.

Tidak hanya itu saja, Sigit juga menambahkan apabila pihaknya pun terus menertibkan terminal bayangan, dimana biasanya bermunculan menjelang arus mudik. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk mengurangi tingkat kemacetan.

Utamanya pada beberapa lokasi yang memang sering kali menjadi titik terminal bayangan, misalnya pada sekitaran bekas Terminal Pulogadung. Ada pula di dekat pul kendaraan lebaran, misalnya daerah Kemayoran dan Pangkalan Jati.

“Penertiban terminal bayangan tersebut, sebenarnya telah aktif dan sudah kami lakukan semenjak Januari 2017. Ada lebih dari 380 bus AKAP sudah ditindak dengan sanksi pemberhentian pengoperasian sebab berhenti pada terminal bayangan. Karena itulah, kami ppun meminta pada pemilik Perusahaan Otobus untuk mengikuti aturan dan menaik turunkan penumpangnya hanya ketika sampai di terminal. Sebab selama arus mudik, Dinas Perhubungan DKO telah memastikan menempatkan anggota guna menjadi pengawas harian pada lokasi tersebut,” beber Sigit.

Be Sociable, Share!