Kabar Nasional – Pemuda Asal Pekalongan Pergi Berhaji Dengan Berjalan Kaki (Part ll)

Setelah lulus kuliah dan berhasil mendapatkan gelar sarjana ekonomi, khamim sempat berwirausaha dengan membuat tempat pengolahan plastik sekaligus membuat alatnya. Namun, udaha yang dilakukannya itu hanya berjalan beberapa bulan dan akhirnya berhenti.

“Dulu memang sempat membuka usaha sendiri, tapi sayang nggak bertahan lama. Mungkin pekerjaan itu kurang cocok sama dia, ya bisa dikatakan gagal,” kata saofani.

Khamim akhirnya melilih untuk memperdalam ilmu agama., lalu dia kemudian mulai mendatangi sejumlah pondok pesantren guna untuk memperlancar keinganannya untuk menunaikan ibadah haji.

“Setelah usaha yang dia buka gagal, sebenarnya sudah dicobabeberapa kali saya dampaingi dia untuk mencari pekerjaan. Tapi anaknya tetap kekeh dan teguh ingin lebih memperdalam agama dan mempersiapkan dirinya untuk berhaji. Ya sudah akhirnya saya tidak memaksa lagi untuk masalah pekerjaan,” terangnya.

Selama menyantri, Khamim mempunyai teman yang berasal dari beberapa negara, seperti Malaysia, Mesir, dan India.

Maka tak mengherankan jika saaat ini kemampuan Khamim dalam berbahasa Arab semakin fasih sebab dia belajar melalui teman – temannya itu.

Minta Doa Restu Ketua Umum PBNU

Banyak persiapan yang dilakukan oleh Khamim sebelum dirinya berangkat ke Mekkah dari Pekalongan. Salah satunya adalah persiapan spiritual dengan menjalani berbagai puasa sunnah serta juga mengurus izin ke Departemen Agama untuk paspor dan visa yang nantinya ia gunakan selama perjalanan panjangnya.

Tak hanya itu saja, Khamim juga bersilaturahmi ke beberapa kyai dan ulama termasuk juga Ketua Umum PBNU Sa’id Aqil Siraj.

“Anak saya sudah bersilaturahmi ke bapak Said Aqil Siraj untuk meminta doa dan petunjuk niatannya untuk berhaji dengan berjalan kaki,” ujar Saofani

Saat meminta petunjuk dari para kyai dan ulama, Khamim sudah menyiapkan segala esiko terburuk yang bisa terjadi selama perjalanannya, yakni tidak bisa menumukan makanan sekalipun selama beberapa hari.

“Khamim bilang ke saya sebelum berangkat, minta izin selama dua tahun akan meninggalkan rumah untuk pergi haji. Tapi saya kira kalau saat ini sudah sampai di Timur Tengah mungkin gak sampai butuh waktu dua tahun. Tapi saya juga tidak tahu pastinya pulangnya kapan, yang paling penting adalah dia dalam keadaan sehat,” jelasnya.

About The Author