Kabar Nasional – Pemuda Asal Pekalongan Pergi Berhaji Dengan Berjalan Kaki (Part lll)

 

Kemudian, pada tanggal 28 Agustus 2016, pukul 23.00 WIB perjalanan panjang menuju Mekkah dimulai dari rumahnya setelah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya, keluarga, dan beberpa pihak temasuk juga para ulama.

Sejak siang hari banyak dari teman, kerabat, kyai dan ulama yang berdatangan ke kediaman Khamim untuk melepas keberangkatannya ke Mekkah dengan berjalan kaki.

Sebelum melakukan berjalannya ke Mekkah, pada malam itu Khamim menyempatkan diri untuk berjiarah ke makam ibundanya Sri Yulita yang terletak tak jauh dari rumahnya.

“Sebelum berangkat, malam itu dia menengok makam ibundanya yang meninggal duani 10 tahun lalu. ya mau minta doa resru ijin berangkat ke Mekkah dengan berjalan kaki,” kata Saofani.

Tak banyak bekal yang dia bawa untuk menemani perjalanannya yang berjarak hampir 15 ribu kilometer itu hingga sampai ke Tanah Suci.

Khamim hanya memakai sepatu pantofel, dan membawa tas berwarna hitam yang didalamnya berisi sejumlah pakaian termasuk celana, atasan, jas hujan dan baju hangat.  Tasnya pun juga tak ketinggalan ditempeli dengan bendera Indonesia merah putih dengan ukuran kecil.

Khamim hanya membawa uang sebesar Rp 1 juta. Uang itu adalah uang tabungannya sendiri dan akan digunakan jika memang dalam keadaan benar benar membutuhkan.

Untuk berubungan dengan kerabat dan keluarganya, khamim memanfaatkan semartphone android yang diberikan oleh temannya. Sesekali Khamim berkomuniasi dengan keluarganya menelpon atau juga video call

“Saya tidak bisa menyangoni dia apa – apa sebelum berangkat ke Mekkah, saya hanya berpesan pada Khamim, kalau nanti niatmu terwujud dan ilmu agamu bertambah maka janganlah pernah menjadi sombong,” kata ayah Khamim.

Hari demi hari sudah dilalui oleh Khamim dengan berjalan kaki. Dia lebih memilih melakukan perjalanan ketika malam hari setalah shalat isya sampai semampunya kedua kaki melangkah..

Sebab, pada pagi hari hingga sore dia berpuasa dan beristirahat untuk menghemat energi.

“Biasanya dia mulai berjalan pada malah hari selepas shalat isya, ya sampai sekuat tenaganya saja. Dalam sehari kalau cuaca mendukung dan tidak hujan semalam bisa menempuh perjalanan rata – rata 50 kilometer,” tutupnya.

Be Sociable, Share!