Kabar Nasional – Pengakuan AL Salah Satu Terduga Penyiram Air Keras Novel Baswedan pada Polisi

Kepolisian Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pria dengan inisial AL, yang terduga sebagai penyerang salah satu penyidik senior KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan. Akan tetapi, AL mengaku jika saat itu dirinya tidak berada di lokasi itu saat kejadian.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, AL beralibi jika saat tanggal 10 itu dirinya lagi tidak kerja dan berada dirumah nonton TV bersama saudaranya,” kata Kombes Pol Argo Yuwono Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kamis (11/05/2017).

“Saat tanggal 11 April (tanggal kejadian) dia kerja pada jam 12 siang, berangkat kerja diantar saudaranya kestasiun di Kalibata, waktu pulangnya juga diantar. Namun dengan keterangan tersebut kita tidak lantas percaya begitu saja,” lanjut Argo.

Selain memeriksa terduga AL, Argo mengungkapkan, polisi juga melakukan pemeriksaan pada isi ponsel AL dan kerabatnya untuk mendalami kasus penganiyaan ini.

“Kita juga melakukan check dengan IT untuk periksa HP-nya, apa dan dimana akvitas pada saat tanggal 11 dia itu. Sat ini tim penyidik kami masih bekerja. Kepada keluarganya juga akan kita tanyakan,” tandas Argo.

AL sendiri diketahui bkerja sebagai salah satu sekuriti spa yang berlokasi di Jakarta. AL mempunyai jam kerja dari pukul 15.00 sampai 00.00 WIB dan pada pukul 17.00 sampai tutup. Sampai saat ini pihak kepolisian belum mengubah status AL yang saat ini masih sebagai terperiksa. Pria berusia 30 tahun itu masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

Novel Baswedan salah satu penyidik senior KPK itu diserang dengan menggunakn air keras oleh dua orang tak dikenal, saat usai salat subuh di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta utara, pada hari Selasa 11 April 2017. Setelah melakukan penyerangan air keras kewajah Novel kedua pelaku langsung melarikan diri dengan menggunnakan sepeda motor metic.

Penyerangan kepada penyidik KPK ini diduga sudah direncanakan sebelumnya dan ada otak kejahatan yang ad dibalik kasus tersebut. sementara itu, korban penyerangn Novel Baswedan masih harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura akibat luka di kedua matanya karena terkena air keras.

About The Author