Kabar Nasional – Penggerebekan Teroris Tidak Bolek Disiarkan Langsung Di Televisi

 

Jimmy Silalahi yang saat ini masih menjadi Anggota Dewan Pers memberikan suatu kritikan kepada stasiun televisi yang telah menayangkan dari bentuk serangan atau siarang langsung penggerebekan gembong teroris yang telah di lakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror.

“Dari kami (Dewan Pers) yang sudah memberikan rekomendasi agar dari suatu peristiwa penggrebekan teroris tidak bisa di siarkan secara live atau langsung, apalagi dari durasinya yang mempunyai waktu panjang sekali,” terang dari Jimmy yang sudah di sebutkan berada di dalam  suatu diskusi yang sudah di gelar di Kejaksaan Agung Kawasan Anyer, Cilegon, Banten untuk hari ini Sabtu (7/11/15).

Dari dewan Pers yang sudah di sebutkan oleh Jimmy sudah sering kalinya mendapatkan suatu siaran langsung sudah di lakukan oleh stasiun televisi di saat adanya acara penggerebekan kepada terduga aggota teroris berada di Indonesia.

Bahkan dari bentuk kamera yang sudah di gunakan juga tidak hanya menyorot kepada salah satu sudut pandang saja, akan tetapi kepada beberapa arah yang ada. Adapun alasan Dewan Pers yang memberikan akan larangan tersebut, seperti keterangan dari Jimmy menjadi suatu ketepatan dan efektivitas tugas para aparat penegak hukum saja.

Alasan yang ada berasal dari Dewan Pers memberikan larangan akan hal itu adalah ketepatan dan juga efektivitas berasal dari tugas aparat penegak hukum yang ada. Adapun siaran langsung yang semacam itu, tambah dari Jimmy akan bisa mengurangi bentuk efektivitas dan juga bentuk ketegasan dan ketepatan dari para penegak hukum di dalam menuntaskan ancaman teroris yang ada.

“Adapun misalnya dari kamera yang langsung menyorot kepada anggota Densus 88 yang telah masuk berada di dalam rumah berasal dari samping, kan teman teroris yang lain akan bisa memberikan aba-aba dari sambungan seluler. Hei bro ada serangan densus berasal dari samping. Si teroris akan bisa mengatur dari strategi yang lainnya,” tambahnya.

Be Sociable, Share!