Kabar Nasional – Penumpang Arus Balik Mulai Ramaikan Terminal Kampung Rambutan

 

Terminal Kampung Rambutan yang ada di Jakarta Timur sudah mulai diramikan oleh para pemudik yang kembali menuju ibu kota. Berdasarkan data yang telah dihimpun, terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantara jumlah penumpang bus berangkat di arus mudik dengan jumlah dari penumpang bus yang sudah datang saat arus balik pada terminal Kampung Rambutan.

Penumpang yang berangkat saat mudik semenjak H – 10 atau 15 Juni sampai H – 1 atau 24 Juni dari Terminal Kampung Rambutan telah tercatat mencapai 115.833 pemudik. Jumlah bus yang telah mengangkut penumpang tersebut sebanyak 4.406 bus, namun jumlahnya masih mungkin akan bertambah.

Jumlah itu lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penumpang yang sudah tiba pada Kampung Rambutan semenjak Idul Fitri pada tanggal 25 Juni sampai H + 4 atau 30 Juni yang sudah mencapai 124.998 orang. Penumpang tersebut telah memakai 3.902 bus.

Jumlah penumpang pada arus balik tersebut diprediksi masih akan terus bertambah, sebab hari kerja normal baru akan dimulai pada hari Senin 3/7/2017 mendatang.

Tingginya jumlah penumpang arus balik atau penumpang yang datang dibandingkan dengan saat berangkat saat arus mudik yang lalu, telah terjadi dikarenakan sejumlah faktor. Yang utama tentu saja karena ada banyak pemudik yang telah membawa serta sanak saudaranya menuju Jakarta.

Berdasarkan keterangan dari Emiral August selaku Kepala Terminal Kampung Rambutan, fenomena itu memang sudah menjadi tradisi tahunan.

“Kemungkinannya memang pasti ada. Sebab sudah menjadi tradisi dari tahun – tahun sebelumnya,” ujar Emiral pada Sabtu 1/7/2017.

Emiral pun mengakui kerap kali bertanya – tanya, pada para pendatang yang tiba di Terminal Kampung Rambutan. Dirinya bercerita bahwa terdapat penumpang yang membawa serta kerabatnya untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga maupun sekedar mengadu nasibnya di Jakarta.

Pada pendatang tersebut, kebanyakan datang dari Sumatera, Tasikmalaya dan Banjarnegara. “Dari Cianjur dan Bogor paling hanya 20 persen saja,” imbuhnya.

Emiral pun mengaku tidak mempunyai data spesifik terkait atas para pendatang baru.

“Nantinya Dukcapil yang biasanya mendata pada setiap RT. Kalau saya ya enggak mungkin, sebab bukan wilayah saja,” jelas Emiral.

Be Sociable, Share!