Kabar Nasional – Penyebab Briptu BM Menjadi Emosi dan Menembak Mahasiswa Unmuh

 

Proses penyelidikan atas kasus penembakan yang telah dilakukan oleh Briptu Bismy Mahesa Bagus atau BM kepada Dedi, salah seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jember, sampai dengan saat ini masih terus dilakukan. Anggota dari Brimob Polda Jatim tersebut, tengah menjalani proses pemeriksaan pada Div Propam Polda Jawa Timur.

Informasi yang telah dikutip dari Merdeka.com, insiden penembakan yang telah terjadi pada Sabtu dini hari 11/3/2017 itu, telah berawal dari tersangka yang tengah jalan – jalan bersama dengan saudara dan adiknya dengan mengendarai mobil Honda Jazz. Ketika tengah melintas pada Jalan Sultan Agung, Kab Jember, Jawa Timur, mobil tersangka yang tengah melaju dengan kencang, berjalan beriringan dengan sebuah mobil Suzuki Swift. Dugaan sementara, mobil tersebut tengah balapan. Ketika tengah melintas atau berjalanan beriringan, terdapat motor yang terserempet.

Pengemudi motor tersebut ialah Brigadir Rama Adi Gunawan yang tengah berkendara bersama saudaranya yang bernama Dedi. Pada saat itu juga, kemudian korban melakukan pengejaran kepada mobil itu. Akhinya mobil berhasil dihentikan tepat di depan toko Hardis yang berada di jalan Sultan Agung.

Kemudian, ditempat itulah terjadi percekcokan yang akhirnya berujung pada perkelahian. Mengetahui adiknya telah dipukul oleh korban, Briptu Bismy Mahesa tidak terima dan mengeluarkan senjata api yang dibawanya.

Ketika Briptu Bismy mengeluarkan senjata api, Dedi berusaha menghindarinya dan ingin merebut senjata api yang dipegang oleh tersangka. Akhirnya, perkelahian diantara korban dan tersangka pun tidak terelakkan. Tiba – tiba saja, senjata api tersebut meletus dan peluru telah mengarah pada kepala korban. Dedi pun langsung tersungkur seketika di tengah jalan.

“Pelaku usianya masih muda, sehingga ketika mengendari, telah bersenggolan di tengah jalan, dan secara sponan telah tersulut emosi,” kata Kombes Pol Frans Barang Mangera selaku Kabid Humas Polda Jawa Timur pada Selasa 14/3/2017.

“Apabila emosional serta membawa barang organik yakni berupa alat utama kepolisian berupa senjata api, tentu bisa membahayakan orang lain. Sebagiamana telah diketahui bersama, telah berakibat meninggalnya orang lain setelah ada penembangkan,” imbuhnya.

Be Sociable, Share!