Kabar Nasional – Penyebar Konten Hoax Sri Rahayu Dijerat dengan Pasal Karet UU ITE?

 

Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah membekuk pemilik akun Facebook dengan identitas Sri Rahayu Ningsing atau Ny. Sasmita. Wanita yang diamankan oleh petugas kepolisian di Cianjur ini sudah dianggap menyebarkan ujaran kebencian yang berbau sara dan berita hoax atau palsu.

Sri Rahayu dijerat dengan Pasal 16 jo Pasal 4b1 UU No 40 Tahun 2006 terkait dengan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Prubahan atas UU No 11 Tahun 2008 terkait dengan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat dihubungi pada hari Senin (07/08/2017), salah satu pegiat SAFEnet, Damar Juniarto menyebutkan jika kasus ini sama bermasalahnya dengan kasus lainnya yang bersinggungan denga UU ITE. Menurut dirinya, penghinaan yang ditujukan kepada presiden itu tak ada pasal hukumnya.

“Masa au dipaksa dengan memakai pasal karet UU ITE? kan ngawur,” katanya. Sebagai informasi, penghinaan yang ditujukan kepada presiden adalah salah satu poin alasan kenapa aparat polisi menangkap Sri Rahayu.

Soal tuduhan atas penyebaran kabar palsu dan juga ujaran kebencian, Damar menerangkan jika alasan itu memang sering kali digunakan untuk lebih memperkuat pasal karet UU ITE. tetapi, dia tidak menampik perluadanya peninjauan ulang terkait dengan regulasi soal penyebaran konten palsu (Hoax) dan juga ujaran kebencian.

“Justru itu yang sebenarnya menjadi masalahya. Harus ada upaya untuk melihat kembali apakah peraturan tersebut sudah tepat atau belum. Selain itu, perlu tidaknya pelaku penyebaran konten hoax dan ujaran kebencian dihukum seberat saat ini,” terangya menutup pembicaraan.

Sebagai tambahan informasi, polisi sendiri menyebutkan aksi yang telah dilakukan oleh Sri Rahayu dengan menyebar konten semacam ini sudah dilakukannya dalam kuru waktu setahun terakhir ini. adapun modusnya adalah dengan mendistribusikan puluhan gambar atau tulisan yang isinya berbau SARA dan Hoax.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa motif sebenarnya Sri Rahayu melakukan aksinya itu. Dari hasil penyelidikan sementara, pemilik akun menyebut jika aksinya itu dilakukan adalah bentuk sebuah sikap kritisnya.

Walaupun demikian, polisi tetap akan terus melakukan penyidikan adanya kemungkinan lainnya dalam kasus ini. salah satunya adalah adanya kemungkinan ada orang yang menjadi dalang di balik aksinya ini, termasuk adalah kemungkinan upaya untuk meraih keuntungan.

Be Sociable, Share!