Kabar Nasional – Perakit Bom Panci Santai Saja Ketika Mendengar Kontrakannya Meledak

 

Adin 54 tahun, nampak tergopoh – gopoh mencari Agus Wiguna, 21 tahun yang telah diduga sebagai perakit bom panci, Sabtu sore 9/7/2017. Ledakan keras terdengar serta asap mengepul  yang berasal dari kamar yang telah dikontrak oleh Agus. Oleh karena itulah, Adin pun berinisiatif untuk mencari penyewa kontrakan tersebut.

Saat Adin telah berhasil menyampaikan informasi itu, Agus pun hanya merespon dengan wajah yang santai. Menurut Adin, Agus juga tidak sama sekali tidak percaya akan ucapannya.

“Itu merupakan kontrakan ngebledug. Lalu dia the bilang ‘ah bohong.. ah bohong’ sembari mendorong gerobaknya. Seperti enggak percaya ataupun enggak berdosa. Dirinya pun jalan nyantai saja,” ungkap Adin ketika ditemui di kediamannya yang berada di Kampung Kubang Beureum, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung pada Minggu 9/7/2017 sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com.

Adin sendiri merupakan anak dari pemilik kontrakan yang ditempati oleh Agus. Dirinya pun merupakan orang pertama yang telah bertemu Agus setelah terjadinya ledakan.

Adin mengungkapkan apabila dirinya telah mendapati Agus berada di dekat jembatan irigasi yang berada di Jalan Cidurian Selatan. Dari tempat tinggal Agus, lokasi tersebut berjarak satu kilometer. Pada waktu itu, Agus memang hendak pulang dari berjualan bakso selimut, dimana telah dilakukannya sejak pagi hari.

Sesudah menyampaikan informasi tersebut, Adin pun lantas berjalan beriringan bersama Agus untuk menuju ke lokasi ledakan. Kemudian Agus baru menunjukkan reaksinya ketika melihat ada banyak orang yang telah berkumpul di depan tempat kontrakannya. Pada waktu itu, Adin telah melihat mimik keheranan dari wajah Agus.

Selanjutnya, apa yang terjadi setelah Agus sampai di kontrakan, Adin tidak mengetahui sebab dirinya memutuskan pulang untuk mandi serta berganti pakaian.

Berdasarkan informasi yang telah diperolehnya, Agus telah dibawa menuju kediaman dari Ketua RT yang lokasinya tidak dari dari kontrakan Agus. Ketika berada di sana, Agus telah diintrogasi oleh Ketua RT serta petugas keamanan setepat. Mereka mencurigai terkait akan ledakan tersebut.

Pada waktu itu, masih berlum ada satu personel pun dari pihak kepolisian yang datang untuk mengamankan lokasi. Pihak kepolisian baru datang sekitar satu jam sesudah ledakan kemudian disusul oleh Densus 88 Antiteror dari Mabes Polri di malam harinya.

Motivasi Agus dalam merakit bom panci diduga jadi salah cara untuk bisa bergabung bersama ISIS. Sebab di kamar Agus telah ditemukan adanya surat yang telah menyatakan baiat pada khilafah daulah islamiyah atau ISIS.

Be Sociable, Share!