Kabar Nasional – Perang GAM, Tapi Melawan Gajah Sumatra

 

Ada beberapa suara meriam yang telah menggelegar berada di antara perkebunan dan perkampungan. Berada di belakang meriam, di sana ada beberapa sosok pria yang meggunakan peci dan tersenyum. Mereka sangat bangga untuk bisa mengoperasikan meriam untuk yang pertama kalinya.

“Ayo lanjutkan terus pak haji, terus saja pak haji,” sahut dari beberapa warga yang berteriak memberikan semangat. Lelaki yang di sebut pak haji itupun merasa sangat ketagihn. Sebentar kemudian dari ledakan yang telah terdengar lagi. Dari anak anak menatapnya sangat senang, sedangkan dari orang-orang dewasa telah menutup telinganya.

Berada di hari Rabu siang minggu lalu, tepatnya setelah dari perut merasa sudah kenyang memakan empat ekor ayam yang baru saja di sembelih, dari beberapa warga desa yang berada di Aceh telah melakukan latihan perang di Alur Gadeng, Aceh. Bukan di gunakan untuk melawan penjajah belanda atau juga pejuang separatis, akan tetapi untuk bisa menghalau gajah sumatera.

Perang dengan lawan mamalia raksasa dari daratan Sumatera tersebut kemungkinan sangat konyol terdengar. Akan tetapi menurut dari warga Manderek, itu menjadi suatu urusan hidup dan mati. Dengan urusan kelangsungan hidup mereka.

Suhery yang menjadi Kepala Yayasan Penyelamatan Satwa Bener Meriah, memberikan suatu ungkapan kalau selama kurang lebih bertahun-tahun, warga dari Manderek dan Bener Meriah terus mendapatkan ancaman berasal dari gajah liar.

“Yang sangat parah adalah berada di tahun 2014 kemarin, banyak korban yang mendapatkan amukan gajah liar tersebut,” terangnya lagi.

Dari beberapa kawanan gajah yang seharusnya hanya berkeliaran berada di dalam hutan masuk dan memberikan gangguan kepada perkebunan warga. Mereka mencuri dari beberapa perkebunan seperti tebu, pisang dan juga tanaman perkebunan yang lainnya. Dan saat ini akibatnya warga desa mendapatkan kerugian mencapai jutaan rupiah.

Berada di tahun 2014 kemarin, dari salah satu warga yang bernama Cut Manawiyah di ketahui dirinya adalah salah satu warga Manderek, memberikan penceritaan gajah yang masuk sampai ke jalan desa bahkan sampai berada di kebun belakang dari rumahnya. Dia yang juga merasakan betul dari langkah besar si beberapa gajah tersebut. Dan membuat tebu yang ada di lahan langsung habis.

Be Sociable, Share!