Kabar Nasional – Perjuangan Berat Atlet Disabilitas Sumsel untuk Kejurnas Solo

 

Keterbatasan yang telah dimiliki oleh atlet disabilitas yang berasal dari Sumatera Selatan, tidak lantas membuat mereka merasa berkecil hati. Mereka tetap semangat untuk mengikuti beragam kejuaraan olahraga. Mereka pun tetap bersemangat meskipun terkadang juga telah diperlakukan secara diskriminasi oleh pengurus atau pun panitia acara.

Sebagaimana yang telah diceritakan oleh atlet cabang atletik, Agus 25 tahun. Ketika Kejurnas Solo pada tahun 2015 yang lalu, dirinya beserta sejumlah atlet dan juga pengurus dari National Paralympic Committee Sumatera Selatan telah berjuang habis – habisan agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk bisa mengikut kejuaraan tersebut. Tetapi harapan tersebut justru tidak digrubis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami masti mengikuti Kejurnas, sebab menjadi syarat dari Pekan Paralympian Nasional yang akan digelar di Jawa Barat pada Oktober 2016 nanti. Yang menjadi masalah pada waktu itu ialah bantuan pemerintah yang tidak didapatkan,” ujar Agus pada Sabtu 27/8/2016.

Supaya Sumatera Selatan bisa masuk kedalam daftar peserta dari Peparnas 2016, maka menurut Agus, pengurus dari NPC pun memutuskan bahwa para atlet diharuskan untuk bersedia mengeluarkan uang pribadinya. Hal itu mulai dari ongkos bus sampai dengan biaya makan ketika menjalani kejurnas. Kebetulan pada saat itu, Sumatera Selatan hanya mengirimkan masing – masing satu peserta dalam setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

“Memakai tabungan sendiri, waktu itu naik bus ongkosnya Rp 900 ribu untuk pulang pergi. Untung saja masih bisa bertanding, itu pun sudah dalam posisi capek di jalan,” imbuhnya.

Meskipun telah dipandang sebelah mata, tetapi nyatanya meraka mampu menunjukkan prestasi serta kebanggaan bagi Sumatera Selatan. Dari 17 atlet yang telah berangkat, kontingen dari Sumatera Selatan berhasil memboyong 11 medali emas serta 6 medali perak. Atas perolahan tersebut, membuat Sumatera Selatan ada di peringkat enam dari tiga puluh empat provinsi.

“Pergi dengan duit sendiri, mendapat medali untuk daerah. Pulang pun tidak mendapat apa – apa, bonus juga tak ada,”cetus atlet lainnya, Heru Ramdani 29 tahun.

Dirinya pun berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bisa memperhatikan kesejahteraan dari para atlet serta mendukung setiap kejuaraan yang diikuti. Hal itu demi bisa meningkatkan prestasi olahraga. Terlebih lagi Sumatera Selatan telah dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi pusat perhelatan olahraga pada level internasional.

Be Sociable, Share!