Kabar Nasional – Petinggi Golkar : Ketua Umum Hampir Menjadi Tersangkat e – KTP

 

Partai Golkar telah menggiatkan konsolidasi internal guna menyambut pesta demokrasi yang selanjutnya akan berlangsung. Hal tersebut, juga tidak lepas atas dugaan keterlibatan dari Ketua Umum Partai Golkar Setyo Novanto pada perkara kasus pengadaan dari e – KTP.

Yorrys Raweyai selaku Ketua DPP Partai Golkar telah mengungkapkan apabila konsolidasi intens dibutuhkan karena muncul adanya dugaan bahwa Setya Novanto kemungkinan besar akan segera ditetapkan sebagai salah satu tersangkap atas perkara yang sudah merugikan Negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

“Memang benar apabila ketua umum sudah hamper pasti akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Kami pun harus memahaminya saat ini serta mengupayakan tindakan pencegahan,” ungkap Yorris ketika ditemui di Hotel Pura Denpasar pada Senin 24/4/2017.

Pada dua minggu yang lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah meminta Dirjen Imigrasi guna mengeluarkan surat pencegahan menuju Luar Negeri kepada Setya. Pencekalan tersebut akan berlaku dalam kurun waktu 6 bulan yang akan datang. Masa pencekalan tersebut, mungkin juga akan diperpanjang, tergantung dari pengembangan kasusnya. Setya telah dicegah dikarenakan keterangan dalam kasus tersebut begitu diperlukan serta dinilai penting.

Sebelum dilakukan pencekalan, Setya memang dalam beberapa kali telah dimintai keterangan untuk menjadi saksi atas kedua tersangka, yakni Sugiharto dan Irman, dimana berkasnya pada saat ini sudah masuk persidangan.

Yorrys menambahkan apabila konsolidasi ialah salah satu upaya untuk menyelamatkan partai. Hal itu karena pada beberapa bulan yang akan datang, partai politik pun harus mempersiapkan pasangan calon untuk kepala daerah dalam Pilkada 2018 serta verifikasi factual parpol.

“Hal itu ditandangan oleh ketua umum serta sekretaris jenderal, bukannya Plt (Pelaksana Tugas),” jelas Yorrys.

Namun Yorrys tidak bersedia untuk menyebutkan hasil dari konsolidasi. Tetapi sejumlah anggota muda Golkar telah mendesak untuk segera digelarnya Munaslub Golkar (Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar).

Berdasar pada Pasal 33 Bab XV dalam AD/ART Golkar, biasanya Munaslub akan diselenggarakan apabila partai berada dalam keadaan terancam maupun menghadapi ihwal kepentingan yang memang memaksa.

Sebelumnya, Setya memang telah terpilih sebagai ketua umum dalam Munaslub Golkar. Perhelatan tersebut telah digelar guna menyelesaikan dualism pada diri Golkar yang telah berlangsung dalam kurun waktu lebih dari satu tahun semenjak 2015.

Be Sociable, Share!