Kabar Nasional – PKB, Gerindra dan Golkar Menolak Hak Angket

Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra dan Golkar telah menolak usulan akan penggunaan hak angket atas Komisi Pemberantasan Korupsi guna membuka rekaman tersangka, Miryam S Haryani.  Upaya membuka rekaman tersangka, itu terkait akan kasus pemberian keterangan palsu pada perkara korupsi e – KTP.

Pada wartawan yang berada di Gedung DPR Jakarta pada Kamis 27/4/2017, Agus Gumiwang selaku Sekretaris Fraksi Partai Golkar  telah menegaskan bahwasannya Partai Golkar tak ada pada posisi untuk mendukung diberlakukannya hak angket

“Justru kami mengimbau bagi teman – teman untuk bisa berfikir dengan lebih jernih lagi, sebab apapun yang telah jadi isu disana, mampu dibahas kembali pada komisi tiga,” ungkap Agus.

Pada rapat paripurna yang telah digelar hari ini, DPR masih belum membahas akan usulan hak angket serta hanya membaca surat permohonan untuk hak angket yang telah diusulkan oleh sejumlah anggota dari Komisi lll DPR. Fadli Zon selaku Wakil Ketua DPR, saat membuka rapat paripurna pun hanya membacakan 4 buah surat yang masuk kepada pimpinan dewan, dimana dua diantaranya telah berasal dari DPR terkait akan hak angket itu.

DPR telah mengusulkan hak angket guna menyelidiki akan pengakuan Miryam yang telah mengaku sudah ditekan anggota DPR ketika diperiksa oleh KPK. Pengakuan tersebut telah diungkapkan oleh Miryam ketika berada pada Kantor Pengacara Elza Syarief. Farhat Abbas selaku pengacara telah menyebutkan inisial dari dua anggota dewan yang telah mengancam Miryam, yaitu orang suruhan dari RA dan SN.

Walaupun dari pihak Golkar tidak mendukung hak angket tersebut, namun Agus telah mengatakan tak dapat melarang anggotanya yang aan mendukung hak angket itu, dikarenakan selain itu adalah hakanggota , hak angket pun telah dinilai dapat menyelesaikan persoalan terhadap pihak KPK.

“Silahkan menggunakan ataupun tidak menggunakan. Jika ada teman fraksi yang melakukan tada tangan, tak masalah kamipun tak akan memberikan sanksi. Kaena kami sangat mengerti  jika ada keinginan dari mereka dalam mendapatkan jawaban yang memang diinginkan,”jelasnya.

Sikap penoakan itupun juga dilakukan dari pihak Gerindra. Dari sekretaris Fraksi Partai Gerindra yaitu Fery Djemi Francis ini telah mengatakan bahwasannya ada 2 alasan partai Gerindra akan menolak hak angket. Alasan yang pertama jika belum mendapatkan informasi maka kami cukup dipanggil saja, dan yang kedua Gerindra belu juga mendapatkan urgensi dalam penggunakan usulan hak angket seperti yang sudah diatur dalam UU MPR, DPD dan juga DPRD.

About The Author