Kabar Nasional – Polisi akan Memeriksa Dokter yang Membuat Visum Novel

Pihak kepolisian berencana untuk memeriksa dokter yang sudah mengeluarkan hasil dari visum et repertum atas luka yang telah dialami oleh Novel Baswedan, penyidik senior dari Komisi Pemberantas Koropsi.

Kombes Argo Yuwono selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya telah mengatakan apabila pemeriksaan kepada dokter itu merupakan bagian atas pengumpulan bukti – bukti guna mengungkap siapakah pelaku dari penyiraman air keras pada Novel Baswedan.

“Nanti biar kami mengetahui sakitnya itu seperti apa. Lalu pada mata sebelah mana. Hal itu akan kami kroscek kembali bersama dengan keterangan dari para saksi,” ungkap Argo ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Salasa 2/5/2017.

Argo pun mengungkapkan apabila pelaku penyiraman air keras pada Novel, saat ini masih didalami. Ada 19 saksi sudah dimintai keterangan, begitu pula dari analisa kamera pengawas atau CCTW pada sekitaran lokasi kejadian.

Sementara itu, berdasarkan hasil dari uji laboratorium forensic, ada air keras yang sudah disiram pada wajah dari Novel Baswedan, telah mengandung asam sulfat atau H2SO4.

Komisaris Jenderal Syafruddin selaku Wakapolri pun mengatakan apabila penyidik dari Polres Jakarta Utara dengan dibantu oleh Polda Metro Jaya serta Bareskrim Polri, sudah melakukan investigasi dan dalam waktu dekat ini akan mengungkapkan hasil dari penyidikan terhadap kasus Novel. Menurunya, penyidikan tersebut sudah mulai menuju ke titik terang.

“Memang sudah mulai ada titik terang. Sudah berkali – kali mengatakan bahwasannya investigasi, selidiki serta ungkap secepatnya,” ungkap Syafruddin pada pekan lalu.

Tetapi dirinya enggan untuk menjelaskan apa hasil dari investigasi tersebut. Karena wewenang tersebut, menurutnya berada di tangan dari Polda Metro Jaya.

Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan selaku Kapolda Metro Jaya mengungkapkan apabila pelaku penyiraman pada Novel Baswedan memang cukup professional. Berdasar hasil penyelidikan sementara, para pelaku telah menggambarkan lokasi untuk pelarian dengan detail, supaya mereka tak terekam dengan CCTV.

Pada beberapa hari yang lalu, dua orang terduga terlibat pada penyiraman Novel memang sempat ditahan. Tetapi mereka akhirnya dilepaskan kembali sebab tak ditemukan bukti kuat dari keterlibatan mereka. Keduanya ternyata merupakan pegwa dari penyedia jasa kreadit yang telah direkrut oleh pihak kepolisian sebagai mata – mata.

About The Author