Kabar Nasional – Polisi Memburu Pendukung FPI yang Perkusi Bocah Anti – Rizieq

Penyidik dari Polda Metro Jaya pada saat ini tengan memburu pihak – pihak yang telah mengoordinasikan orang untuk memerkusi seorang bocah yang ada di Cipinang Muara, Jakarta Timur. Ada sejumlah pendukung Front Pembela Islam yang telah melakukan perkusi pada anak laki – laki yang berinisial PMA.

Ajun Kombes Hendy F Kurniawan selaku Kepla Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum dari Polda Metro Jaya telah mengatakan apabila mayoritas orang yang telah mengintimidasi PMA telah berasal dari ormas Front Pembela Islam. Massa yang telah mengerumni PMA lalu bertampak semakin banyak sebab ikut terprovokasi.

“Berdasarkan dari pemeriksaan, Front Pembela Islam. Kemudian ada warga sekitarnya yang juga terprovokasi, sehingga ikut – ikutan,” ungkap Hendy ketika ditemui di Markas Polda Metro Jaya, Jakpus.

Dirinya pun menambahkan apabila pihaknya juga akan kembali untuk melakukan penangkapan pada waktu dekat ini. Hal tersebut berdasarkan perkembangan dari pemeriksaan kepada tersangka serta korban.

“Saat ini masih tengah kita dalami pemeriksaan. Mudah – mudahan pada waktu singkat kami mampu melakukan penangkapan,” tambahnya.

Sampai dengan sejauh ini, penyidik sudah menetapkan sedikitnya 2 orang tersangka pada kasus perkusi kepada PMA. Kedua tersangka ialah Mat Husin atau Ucin 57 tahun serta Abdul Majid 22 tahun. Keduanya ditangkap setelah melakukan kontak fisik secara langsung pada PMA.

Abdul mengungkapkan apabila dirinya telah memukul PMA dengan spontan, tanpa adanya perencanaan sebelumnya. Dirinya mengaku telah emosi ketika memukul bocah yang sudah dianggap melakukan penghinaan kepada Rizieq Shihab, pentolan FPI.

“Saya merasa kesan dengan dirinya. Mengapa mengganggu agama kami?,” ujar Abdul.

Abdul juga mengaku tak mengetahui apabila PMA itu masih berada di bawah umur. Anggota dari ormas Front Pembela Islam tersebut juga menyatakan tak tega melakukan pemukulan kepada PMA apabila mengetahui bila yang bersangkutan itu masih seorang bocah.

“Lha postur badannya besar gitu. Mungkin saja kalau mengetahui dirinya anak kecil atau pun sepantaran dengan saya, saya juga gak tega,” ungkap Abdul pada Markas Polda Metro Jaya di Jakarta Pusat.

 

About The Author