Kabar Nasional – Polisi Menembak Mati Bandar Sabu dari Aceh

Tim Direktorat Reserse Narkoba dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menembak mati dua bandar sabu dari Provinsi Aceh. Pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti lima kilogram sabu.

Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel selaku Kapolda Sumatera Utara telah mengatakan penembakan yang telah terjadi di hari Sabtu 3/6/2017 itu terpaksa dilakukan, sebab kedua bandar narkoba tersebut berupaya untuk melawan petugas dengan menggunakan sesuatu yang telah diduga merupakan senjata api ketika akan ditangkap oleh petugas.

“Ibu adalah bandar ke – 12 dan 13 yang telah ditembak mati,” ungkap Rycko pada keterangan persnya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Minggu 4/6/2017.

Kedua bandar narkoba yang telah tewas tertembak itu bernama Mahdi atau Panglima Mahdi 43 tahun, yang merupakan warga dari Dusun Kuta Peutek, Gerub Blang, Kec Idi Rayeuk Aceh. Sedangkan yang satunya bernama Zahri S 39 tahun yang merupakan warga Kambam, Muara Baru.

Selain kedua bandar yang telah ditembak mati, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan satu tersangka lain, yang tidak tertembak. Tersangka bernama Ridwan, 43 tahun yang merupakan Dusun Ingin Jaya, Uram Jalan, Kec Banda Alam.

Tidak hanya sabu, pihak kepolisian juga terlah berhasil mengamankan barang bukti yang lainnya beruoa satu unit mobil dengan plat nomor BK 38 DI serta sepucuk senjata api genggam. Rycko juga menjelaskan apabila penangkapan bandar narkoba tersebut telah berawal berdasarkan informasi terkait rencana pengiriman narkoba golongan 1 jenis sabu – sabu dari Aceh ke Sumatera Utara.

Ketika melakukan penyelidikan selama tiga pekan sembari melacak praktek peredaran gelar narkoba tersebut, pihak kepolisian juga mengumpulkan informasi. Pihak kepolisian pun telah mengintai mobil yang berasal dari Aceh dengan plat nomor BK 38 DI tengah melewati Besitang, Kab Langkat serta ada pada kawasan tol Tanjung Mulia Medan.

Saat dilakukan pengejaran, mobil tersebut telah dihadang. Namun para penumpangnya telah berupaya untuk melakukan perlawanan dengan memakai senjata api, sehingga para personel dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara pun melakukan tindakan tegas.

About The Author