Kabar Nasional – Polisi Mengamankan 2 Penyusup Pada Tempat Penahanan Ahok

 

Polisi yang berpakaian bebas, berhasil mengamankan 2 orang yang saat ini masih belum diketahui identitasnya, pada pintu masuk dari Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Jawa Barat. Markas Korps Brimob ini memang telah menjadi tempat untuk menahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, gubernur non aktif DKI Jakarta. Ahok sebelumnya sempat ditahan pada LP Cipinang di Jakarta Timur. Ahok ditahan setelah adanya putusan vonis penjara selama 2 tahun.

Dua orang tersebut, tiba – tiba saja memasuki wilayah Mako Brimob melewati pagar samping. Kedua orang itu, kemudian disergap oleh sejumlah polisi yang menggunakan pakaian bebas serta anggota brimob yang juga berjaga pada gerbang utama. Mereka tidak berkutik ketika 7 orang polisi telah mengamankannya.

Salah seorang polisi yang berpakaian bebas, yang juga turut mengamakan dua penyusup tersebut mengungkapkan apabila kedua penyusup tidak mampu untuk menunjukkan kartu tanda identitasnya ketika ditanya oleh petugas. Mereka pun tak menjawab ketika ditanya maksud dan tujuannya memasuki Mako Brimob.

“Memang tadi ada dua orang yang ketika ditanya diam saja. Mereka masuk melalui pintu samping,” ujar polisi itu tanpa bersedia untuk disebut namanya pada Rabu 10/5/2017.

Petugas tersebut mengatakanapabila keduanya saat ini tengah diinterogasi pada markas guna mengetahui maksud dan tujuan kedatangan mereka dengan melewati pagar samping Makas Korps Brimob. Petugas kepolisian ingin mengetahui apakah alasan masuknya mereka ke Mako secara diam – diam.

Pengamanan depan pintu utama Mako pun tampak lebih diperketat. Bahkan, terdapat empat anjing pengaman untuk memperketat penjagaan. Anjing tersebut dari satuan K9 Polri telah diturunkan guna mengantisipasi adanya kericuhan.

Sejumlah massa yang pro Ahok, juga telah berdatangan menuju Markas Korps Brimob semenjak pagi tadi. Mereka nampak kompak memakai baju kemeja kotak – kotak, dimana pakaian tersebut merupakan pakaian khas dari pasangan Ahok – Djarot ketika kampanye pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu.

Sebagaimana yang telah diketahui, Ahok telah divonis bersalah sudah melakukan penistaan agama, sebagaimana yang telah diatur pada Pasal 156. Ahok telah divonis dengan hukuman penjara selama 2 tahun, oleh sebab itu dirinya pun langsung ditahan. Atas vonis tersebut, Ahok mengajukan banding.

Be Sociable, Share!