Kabar Nasional – Polisi Menyelidiki Laporan Demokrat Atas Antasari Azhar

Badan Reserse Kriminal Polri masih terus menyelidiki laporan yang telah dilayangkan oleh Partai Demokrat kepada mantan ketua dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar. Laporan tersebut berisikan tuduhan fitnah serta pencemaran nama baik dan telah dibuat pada tanggal 14 Februai 2017 yang lalu.

“Untuk dirinya yang terlapor (Antasari), saat ini masih dalam proses dari tim penyidik,” ungkap Inspektur Jendral Setyo Wasisto selaku Kapla Divisi HUmas Polri ketika ditemui di Mabes Polri, Jaksel pada Jum’at 19/5/2017.

Laporan tersebut merupakan reakasid ari penyataan yang dikeluarkan oleh Antasari Azhar, dimana dirinya telah menyebutkan apabila Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat merupakan sosok yang telah memberikan perintah untuk mengkriminalisasi dan merekayasa dirinya pada kasus pembunuhan berencana Nasrudin Zulkarnaen selaku bos PT Putra Rajawali Bantaran.

Antasari telah mengatakan hal tersebut pada bulan Februari yang lalu. Dia telah mengungkapka kepada media bahwasannya SBY mengetahui secara persis atas kasus pembunuhan dengan korban Nasrudin Zulkarnaen. Antasari pun meminta agar SBY bersedia untuk jujur pada public, siapakah sebenarnya yang telah diperintahkan untuk merekayasa kasus itu dan mengkriminalisasi dirinya.

“Saya meminta Susilo Bambang Yudhoyono untuk jujur. Beliau mengetahui perkara saya. Sebaiknya beliau jujur atas apa yang beliau lakukan dan apa yang sudah beliau alami. Beliau telah memerintahkan siapa untuk bisa merekayasa dan mengkriminalisasi dari Antasari,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga mengungkapkan apabila SBY juga pernah melobi dirinya, terkait dengan kasus korupsi yang telah melibatkan Aulia Tantowi Pohan. Proses lobi tersebut telah dilakukan oleh SBY melewasi Hary Tanoesoedibjo selaku bos MNC Group di malam hari bertempat di kediamannya.

Masih menurut Antasari, lobi itu dilakukan supaya Aulia tak ditahan oleh pihak penyidik KPK. Sebagaimana diketahui, Aulia merupakan besan SBY dan terjerat dalam kasus korupsi Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia senilai Rp 100 miliar.

“Pada waktu itu, ada orang yang malam – malam telah datang di rumah saya, yakni Hary Tanoesoedibjo. Dirinya telah diutus Cikeas untuk datang menuju rumah saya sembari meminta saya untuk tak menahan Aulia Pohan,” jelas Antasari.

Sebenarnya Antasari sudah membuat 2 laporan polisi terkait dengan kasus pembunuhan Nasrudin, dimana telah membuat dirinya mendekam dalam penjara. Tetapi pihak kepolisian sudah mengentikan penyelidikan atas dua laporan tersebut.

About The Author