Kabar Nasional – Polisi Tidak Menemukan Adanya Aliran Dana Makar datang dari Tommy Soeharto

 

Polda Metro Jaya telah menagaskan tidak menmukan adanya aliran dana yang datang dari Tommy Soeharto. Dari pemilik nama asli Hutomo Mandala Putra tersebut, tidak ditemukan adana aliran dana menuju Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana yang telah diketuai oleh Firza Husein selaku tersangka makar.

Kombes Argo Yuwono selaku Kepala Bidang Hubungan Permasyarakatan dari Polda Metro Jaya telah mengatakan apabila temuan tersebut diketahui setelah adanya keterangan dari Tommy Soeharto. Tommy telah dimintai keterangan dari tim Penyidik Polda Metro Jaya pada sepekan yang lalu.

“Sudah diperiksa (Tommy Soeharto) ya. Sehingga udah diperiksa ya, tidak kaitannya (bersama Firza Husein),” ungkap Argo ketika ditemui di Pola Metro Jaya pada Kamis 20/4/2017.

Peran dari Tommy pada kasus makar memang masih dipertanyakan, sebab putra dari Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, tersebut, sebelumnya telah disebutkan ikut mendanai sejumlah aksi makar dengan cara menyumbangkan uang melalui yayasan yang telah diketuai oleh Firza itu.

Argo pun mengatakan apabila tim penyidik tidak akan serta merta menyimpulkan hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Tommy. Argo juga menambahkan, salami memeriksa Tommy, tim penyidik pun juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang lainnya.

“Terdapat saksinya juga. Tidak ada transaksi yang telah ditemukan,” imbuhnya.

Namun Argo tidak bersedia untuk memberikan keterangan, kapan tepatnya tim penyidik dari Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan kepada Tommy Soeharto. Menurutnya, pemeriksaan kepada Tommy telah dilakukan dengan inisiatif dari tim penyidik ang telah dilakukan pada sebuah tempat yang berada di kawasan DKI Jakarta.

“Tidak, tidak di rumahnya. Ada lah, pada suatu tempat,” jawabnya.

Argo pun menepis pertanyaan wartawan apabila pemeriksaan terhadap Tommy telah dilakukan secara tertutup serta terkesan istimewa sebab pihak kepolisian seharusnya tidak mendatangi Tommy, namun sebaliknya.

Firza telah ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jum’at 2/12/2016. Pada waktu itu, dirinya telah ditangkap bersama dengan 9 orang yang lain yang diduga akan melakukan makar. Mereka yang telah ditangkap, ada pula eks Kepala Staf Kostrad Mayjer [Purn] Kivlan Zen, Ratna Sarumpet, aktivis Politik serta mantan Staf Ahli Panglima Tentara Nasional Indonesia Brigjend [Purn] Adityawarman.

Be Sociable, Share!