Kabar Nasional – Polres Banyuwangi Menjaga Pelabuhan saat Raja Salman Berlibur di Bali

Kepolisian Resor Banyuwangi akan melakukan persiapan selama Raja Salman berlibur di Bali dengan mengerahkan personelnya kurang lebih 300 personel. Penjagaan ketat serta pengawasan akan dilakukan pada delapan pelabuhan yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Proses pengamanan tersebut akan dilakukan ketika Raja Arab Saudi menjalani liburan di Bali. Raja Salman berada di Bali bersama dengan rombongannya yang berjumlah kurang lebih 1.500 personel.

Dengan dibantu oleh Polsek Kawasan PeIabuhan Tanjungwangi, pasukan penembak jitu serta Poloair dari Polda Jatih sudah memperketat pengamanan pada pintu masuk menuju Bali yang ada di Pelabuhan Ketapang.

“Pengamanan sudah diperketat semenjak kemarin oleh petugas pada Pelabuhan Ketapang serta semua pelabuhan tradisional yang berada di Banyuwangi,” ungkap Kompol M. Yusuf Usman selaku Wakil Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi ketika ditemui pada Pelabuhan Ketapang, pada Senin 27/2/2017.

Yusuf pun mengungkapkan bahwa tidak ada tindakan yang khusus dalam proses pengamanan ini. Namun hanya saja, terdapat penambahan pada jumlah personel yang ditugaskan pada pelabuhan tersebut.

Sementara itu, terkait dengan pengamanan bom, pada pintu pengecekan pun telah dilengkapi dengan alat seaport interdiction yang telah terpasang pada setiap pintu loket di pintu masuk pada kawasan pelabuhan.

“Tidak hanya dengan menggunakan alat, namun kami pun telah melakukan pengecekan muatan secara manual,” ujar Yusuf.

Sementara itu, guna melakukan pengawalan pada orang terpenting di Arab Saudi itu untuk yang pertama kalinya menuju Pulau Bali, pihak TNI AU dari Lanud Ngurah Rai pun telah melakukan pengamanan dengan cukup ketat guna mengawal kedatangan dari Raja Salman.

“Secara umum, sudah ada 213 personel dari anggota kami yang telah disiagakan ketika rombongan sudah tiba. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup,” ungkap Kolonel Penerbang Wayan Superman selaku Danlanu TNI AU Ngurah Rai ketika ditemui di Tuban pada Senin 27/2/2017.

“Untuk pesawat tempur sendiri, masih dilakukan koordinasi perintah pusat. Namun sampai dengan saat ini, kami sudah bersiap. Pesawat tempur pun sudah kita stand by pada wilayah terdekat yakni Landasan Ujung Pandang serta Madiun,” jelasnya.

About The Author