Kabar Nasional – RS Mitra Keluarga Telah Meminta Maaf pada Orang Tua Debora

 

RS Mitra Keluarga Kalideres telah meminta maaf kepada keluarga dari Tiara Debora Simanjorang seiring dengan meninggalnya bayi yang masih berusia 4 bulan tersebut. Sebagaimana diketahui, bila bayi Debora telah meniggal dunia setelah dirawat pada instalasi gawan darurat. Dr Nendya Libriyani selaku humas Rumah Sakit MItra Keluarga Group telah mengklaim apabila pelayanan yang diberikan kepada bayi Debora sebagai seorang pasien, sama sekali tidak terkait dengan permasalahan uang.

“Kami turut berbela sungkawa yang mendalam serta simpati pada Bapak Rudi serta Ibu Henny atas berpulangnya adik Tiara Debora,” ungkap Nendya pada konferensi pers terkait atas meninggalnya Tiara Debora pada Senin 1/9/2017 di Jakarta.

“Perwakilan dari kami sudah mengunjungi pihak keluarga pada rumahnya, dan kami pun menyampaikan permohonan maaf atas adanya ketidaknyamanan yang mungkin telah dirasakan oleh Bapak Rudi serta Ibu Henny dengan pelayanan yang telah kami berikan,” tambahnya.

Ketika berada di rumah duka, pihak rumah sakit pun juga telah mengembalikan seluruh biaya perawatan yang memang sempat dibayarkan oleh orang tua Debora, yakni senilai 6 juta rupiah.

Nendya juga menambahkan apabila Rumah Sakit MItra Kelarga Kalideres sudah melakukan tindakan medis secara optional guna menyelawatkan nyawa dari bayi Debora. Tak ada perbedaan dalam perlakuan maupun pelayanan terhadap seluruh pasien. Oleh sebab itu, permintaan maaf dari pihak rumah sakit sama sekali tak terkait atas persoalan terkait biaya administrasi.

“Kami pun menganggap semuanya yang telah dirasakan, mulai dari masuk hingga terakhir merasakan layanan, mohon maaf,” kata Nendya.

Peristiwa yang telah dialami oleh bayi Debora ini memang telah jadi perhatian public. Bahkan pihak kepolisian serta Dinas Kesehatan pun juga ikut mengusut atas meninggalnya bayi Debora. Karena itulah, Nendya pun menyatakan apabila pihaknya siap untuk bisa mematuhi peraturan atau prosedur hukum yang berlaku terkait atas kasus ini.

“Jujur saja, sampai dengan saat ini kami masih belum memperoleh informasi atau pun panggilan dari pihak kepolisian. Tetapi apabila memang hal itu terjadi, maka dipastikan bahwa kami akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” jelas Nendya.

Be Sociable, Share!