Kabar Nasional – Salah Satu Korban Kapal Zahro Alami Trauma Inhalasi

Diperkirakan ada lebih dari 20 penumpang telah meninggal dunia pada saat kebakaran dari Kapal Wisata Zahro Express. Pada insiden yang memilukan tersebut, sebagian korban nampak mengalami luka bakar yang sangat serius. Bahkan juga ada banyak korban meninggal dunia.

Polda Metro Jaya pun telah menyebutkan bahwa sebagian besar dari korban tewas, telah mengalami luka bakar mencapai 100 persen. Korban yang luka juga telah mengalami luka bakar dalam beragam tingkat keparahan. Ada pula yang mengalami riwayat tenggelam maupun drowning.

Sebagaimana diketahui apabila Kapal Wisata Zahro Express telah mengalami kebakaran pada perairan dekat dengan Muara Angke di Jakarta Utara. Sewaktu kejadian, kapal itu tengah mengangkut para wisatawan yang akan berlibur menuju Pulau Tidung yang berada di Kepulauan Seribu.

Dari empat korban dari kebakaran dari Kapal Zahro Exspress dan dibawa menuju RSCM, salah satu diantaranya telah menjalani rawat jalan. Sementara itu, ketiga korban lainnya diwajibkan untuk menjalani perawatan pada High Care Unit serta Intensive Care Unit.

Dari ketiga pasien yang telah dirawat tersebut, telah mengalami luka bakar mulai 2 persen, 13 persen serta 26 persen. Pasien yang telah mengalami luka bakar sebesar 2 persen, harus mendapatkan perhatian yang khusus, sebab korban telah mengalami riwayat drowning. Karena itulah, korban pun harus terus diteropong saluran napasnya.

“Sementara itu, dua pasien ang lainnya, di back up dengan menggunakan ventilator. Selanjutnya akan kami scope, guna melihat dalam saluran pernapasannya dan juga sekaligus akan membersihkannya,” kata Dr R Aditya Wardhana, SpBP-KRE.

Terkait dengan lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani perawatan, Dr R Aditya Wardhana, SpBP-KRE memberikan estimasi 1 hari untuk 1 persen derajat dari luka bakar. Hal itu berarti, dibutuhkan waktu 13 hari bagi pasien yang mengalami luka bakar 16 persen serta 26 hari bagi koorban yang telah mengalami luka bakar 26 persen.

Kapal Wisata Zahro Exspress telah mengalami insiden pada perairan yang ada di Muara Angke ketika perjalanan menuju Pulau Tidung. Karena insiden tersebut, belasan penumpang kapal telah menjadi korban tewas karena mengalami sejumlah luka bakar.

About The Author