Kabar Nasional – Sandia Menjadi Mucikari pada Prostitusi Online dan Mencari PSK Melalui FB

Kasus prostitusi online yang telah menjerat salah satu tersangka yang bernama Grit Sandia Prisa Prasdian, 29 tahun, terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Pihak berwajib pun terus mencari bukti – bukti baru dan jaringan dari warna Dusun Ketanen, Banyuarang, Kec Ngoro Jombang itu.

Berdasarkan pada pengembangan terakhir, tersangka diduga telah bertindak sebagai mucikari ini, telah menggaet pelanggannya melalui sarana jejaring sosial FB atau Facebook. Tersangka pun juga merekrut para Pekerja Seks Komersial serta menawarkannya pada lelaki hidung belang juga dengan menggunakan Facebook.

“Sehingga, tersangka telah mencari PSK dengan memanfaatkan media sosial Facebook. Lalu dirinnya menwarkannya pada para pelanggannya juga dengan Facebook yakni dengan mengirimkan foto – foto dari para PSK,” ungkap AKP Mintarto selaku Kapolsek Peterongan pada Rabu 7/2/2017.

Apabila ada lelaki hidung belang yang berminat kepada salah satu PSK -nya, maka komunikasi pun akan dilanjutkan dengan menggunakan nomor telepon seluler. Bisa dengan pesan singkat atau SMS maupun dengan pembicaraan verbal dengan sambungan telepon.

Tentu saja tersangka dengan calon pelanggan sudah terlebih dulu saling bertukar nomor handphone. Komunikasi yang dilanjutkan via handphone, biasanya dipergunakan untuk menentukan tarif dari PSK yang telah diminati oleh calon pelanggan.

“Setelah adanya kesepakatan tarif, maka komunikasi pun berlanjut guna menyepakati tempat pertemuan dengan PSK bersama calon pelanggan,” umbuh Mintarto.

Dirinya pun juga menyebutkan bahwasannya tarif sekali kencan dari PSK tersangka rata – rata berkisar Rp 500 ribu untuk sekali kencan. Tetapi jumlah tersebut, tidak semuanya diberikan kepada PSK. Tersangka pun meminta bagian sebesar Rp 200 ribu.

“Tersangka pun juga masih mendapatkan fee dari calon pelanggannya yakni senilai Rp 50 ribu setiap kali terjadi transaksi,” beber Mintarto.

Sejumlah PSK yang telah berhasil digaet tersangka, berkisar pada usia 18 hingga 21 tahun.

“Tak ada yang masih berstatus sebagai pelajar, semuanya sudah lulus sekolah,” kata Mintarto.

Tetapi Mintarto masih belum mendapatkan data terkait dengan jumlah PSK yang sudah menjadi anak buah dari Sandia.

“Pada saat ini masih terus kami dalam, termasuk juga kami masih terus mendalami apakah ada hubungan dengan jaringan prostitusi online pada Jombang serta kota – kota lainnya. Utamanya apakah berkaitan dengan prostitusi online yang terungkap belum lama ini di Jombang,” pungkasnya.

About The Author