Kabar Nasional – Satu Keluarga Hampir Tewas Ditembaki Polisi

Kapolda Sumatera Selatan yaitu Irjen Pol Agung Budi Maryoto  telah mengatakan, dengan adanya penembakan mobil sedan yang berisikan satu kelurga yang berada di Lubuk Linggau telah dilakukan disaat mobil sudah dalam keadaan berhenti.

“Jadi, mobil sedan tersebut memang sudah dilakukan pengejaran 4 orang polisi yang bertugas yaitu dinataranya ada Bripka K dengan menggunakan mobil Mitsubishi Kuda patroli Lantas sampai pada akhirnya berhenti,” jelasnya disaat melakukan jumpa pers yang berada di Polda Sumsel, seperti yang dilansir dalam kompas.com pada hari Kamis, 20/04/2017.

Tapi, telah dikatakan Kapolda setlah mobil sedan itu berhenti para penumpang yang berada di dalam mobil tak juga mau turun disaat diperintahkan untuk segera turun dan sampai pada akhirnya terjadilah penembakan yang telah dilakukan oleh Bripka K dengan memakai senjata SS1V2.

“Pas disuruh untuik segera turun tak adayang mau segera turun,mungkin saja karena keadaan kaca yang begitu gelap dan juga dinilai membahayakan, maka terjadilah penembakan tersebut,” jelasnya.

“Saya rasa,walaupun seperti itu kondisi yang seenarnya namun SOP nya tak seperti itu dan memang sudah tak sesuai dengan prosedur. Untuk itu, kita akan segera mendalami kasus ini dengan seksama,” jelas Kapolda.

“Dari penembakan itu telah dilakukan dengan memakai senjata SS1V2,” jelasnya.

Senjata itu saat ini sudah diamankan oleh pihak Tim POlda Sumatera Selatan termasuk juga telah dijadikan sebagai salah satu barang bukti utama dalam kasus ini.”Selain adanya senjata SS1V2 ini, kitapun telah mengamankan selosong peluru dan juga setidaknya sudah ada 7 selongsong yang sudah berhasil diamankan,” tambahnya.

Seperti yang telah diberitakan bahwasannya ada  satu keluarga yang berada did alam mobil Honda City berawarna hitam yang memiliki plat nomor BG 1488 ON ini ada 7 orang. Mereka adalah berasal dari Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kab. Rejang Lebong Provinsi dari Bengkulu.

Akibat dari tembakan brutal itulah, Surini usia 55 tahun telah meninggal dunia karena sudah terluka di berberapa bagian tubuhnya. Selain itu juga anaknya yang terkena luka tembak yaitu Diki usia 29 tahun pada bagian punggung, Indra 32 tahun pada tangan kiri, Novianti 31 tahun pada engan sebelah kanan dan juga Dewi Arlina 35 tahun paada lengan sebelah kirinya.

Cucu Surini yaitu Genta Wicaksono usia 3 tahun telah mengalami luka pada atas telinganya sebelah kiri yang diduga terserempet peluru juga. Ada seorang anak yang lainnya yaitu Galih 6 tahun tak mengalami luka sama sekali. Para korban ini langsung segera dibawa ke RS yang berada di Lubuk Linggau.

Keluarga almarhumah Surini yang telah menjadi korban atas penembakan berharap agar kasus ini siusut dengan tuntas sesuai dengan ketentuan dari huku di Indonesia.

About The Author