Kabar Nasional – Sekolah Digembok Warga, Polisi dan TNI Akhirnya Turun Tangan

 

Untuk melakukan pencegahan atas aksi pengembokan terhadap SDN 90 dan SDN 78 yang terletak dijalan Dahlia Indah, Kelurahan Tangkerang Timur, Kota Pekanbaru, kembali berulang, beberapa personel dari kepolisian serta TNI bakal berjaga selama tiga hari kedua sekolah tersebut.

Pihak sekolah tak ingin proses belajar mengajar akan terganggu lagi dan juga bisa melaksanakan daftar ulang peserta didik baru. “Sekolah akan dijaga selama tiga hari rencananya oleh Babinsa dari TNI dan polisi,” kata Indra  Wita, Kepala SDN 90, pada Senin (10/07/2017) siang.

Menurutnya, proses dari daftar ulang yang sudah terjadwalkan terganggu sejak hari Sabtu, 08 Juli 2017. Pada saat itu datang beberapa warga yang anaknya tidak bisa diterima sebagai murib baru mulai melakukan aksi pengembokan gerbang sekolah.

Hal itu akhirnya terus berlanjut sampai hari Senin pagi. Ada puluhan warga yang juga melakukan unjuk rasa dan mendesak supaya anaknya tetap bisa diterima sebagai peserta didik baru di sekolah tersebut.

“Besok semoga sudah bisa beaktivitas seperti sedia kala lagi, murid bisa melakukan aktivitas belajar dan proses daftar ulang bisa dilakukan,” ujar Indra.

Sementara itu, AKBP Edy Sumardi Pradipta, Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Pekanbaru menyebutkan jika kehadiran anggotanya di sana sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam upaya menjaga situasi dan juga keamanan.

Mantan Kapolres kampar tersebut juga menghimbau pada masyarakat sekitar untuk mencoba memahami keputusan yang sudah diambil dan ditentukan oleh pihak sekolah terkait dengan penerimaan peserta didik baru. Menurutnya, sekolah mempunyai peraturan yang diatur oleh pemekrintah dalam melakukan proses seleksi masuk peserta didik baru.

“Diharapkan masyarakat dapat menghargai keputusan yang sudah ditetepkan oleh pihak sekolah,” ujar Edy.

Edy juga menambahkan, tidaklah mungkin bagi sekolah yang mempunyai fasilitas terbatas dipaksakan untuk menerima murid lebih banyak dari kuota yang sudah ditetapkan sebelumnya. Jika hal tersebut dipaksakan, maka tentunya proses dari aktivitas belajar akan berjalan tidak maksimal sebab ada keterbatasan ruang.

Disamping itu, Edy juga mengharapkan adanya solusi dari pihak Pemerintah Kota Pekanbaru dan instansi yang terkait untuk mencarikan solusi untuk warga yang anaknya belum mendaptkan sekolah.

Be Sociable, Share!