Kabar Nasional – Siarang Langsung saat Pledoi Ahok Tidak Melanggar Kode Etik

 

Dewan pers tak mempermasalahkan akan siaran langsung maupun live pada saat sidang pembacaan pledoi dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tanggal 17 April yang akan datang. Yosep Stanley Adi Prasetyo selaku Ketua Dewan Pers telah mengatakan apabila sidang Ahok yang akan dilakukan secara live tak akan melanggar kode etik serta merupakan kewenangan dari majelis hakim.

“Apabila terkait dengan kasus politik maupun penodaan agama, itu tidak ada aturannya,” ungkap Yosep setelah berdiskusi dnegan media pada Mabes Polri di Jakarta pada Rabu 5/4/2017.

Tetapi secara prinsipnya, Yosep pun mengatakan bila perlua adanya aturan untuk menjadi pedoman dalam meliput langsung pada ruang sidang. Yang menjadi alasannya ialah materi pada ruang sidang itu bisa membawa dampak pada public secara luas.

“Kalau terkait tujuh konstituen Dewan Pers telah membuat aturan serta dibawa menuju Mahkamah Agung guna dijadikan pedoman pada saat meliput di pengadilan,” imbuhnya.

Yosep juga menambahkan apabila semenjak digelarnya sidang Ahok, Dewan Pers sudah mengimbau agar tidak disiarkan secara langsung. Tetapi pada waktu itu, telah ditolak oleh sejumlah pemilik media. Sehingga, selanjutnya aturan boleh atau tidaknya meliput pada ruang sidang, telah ‘diambil alih’ langsung oleh majelis hakim.

“Apabila tidak ada aturan pada diri kami (Dewan Pers pada pers), yang telah mengatur orang luar. Saat ini, yang telah mengaturnya ialah majelis hakim. Apa sidang akan dilakukan secara terbuka atau tertutup,” kata Yosep.

Sebelumnya, public pun menilai apabila sidang pembacaan pledoi Ahok yang nantinya akan disiarkan secara langsung ini justru bisa menjadi momentum untuk bisa mengambil hati dari para pemilih.

Siti Zuhro selaku peneliti senior pada Pusat Penelitian LIPI telah mengatakan apabila tidak menutup kemungkinan pada pledoi tersebut, Ahok mampu merebut hati dari para pemilih, dimana sebelumnya telah menyumbangkan suaranya untuk pasangan Agus Harimurti – Sylviana Murni.

Tidak hanya itu saja, Siti juga menambahkan apabila pemilih gamang maupun undecided voters pada putaran pertama pun bisa saja terpengaruh pada pembelaan Ahok saat memanfaatkan momentum pledoi guna memulihkan namanya.

“Hal itu bergantung pada pledoi Ahok yang akan berlangsung nanti, apakah bisa dinalar atau kah tidak. Apabila dari 17 % suara yang akan diperebutkan ini, ada banyak orang berpendidikan, maka tentu saja mereka akan lebih berpikiran kritis serta rasional pada saat menentukan pilihannya,” pungkas Siti.

Be Sociable, Share!