Kabar Nasional – Sidang Pembunuhan, Tiga Anah Buah Diman Kanjeng Telah Divonis 20 Tahun

 

Sebanyak 4 terdakwa pembunuhan dari mantan Ketum Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Abdul Gani. Mereka telah divonis bersalah pada sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kab Probolinggo, pada Kamis 16/3/2017.

Empat terdakwa yang merupakan para pengikut dari Dimas Kanjeng tersebut ialah Ahmad Suryoni, Kurniadi, Wahyudi dan Wahyu Wijaya. Mereka sudah terbukti membunuh Abdul Gani yang merupakan warga dari kelurahan Semampir, Kec Kraksaan, Kab Probolinggo. Vonis tersebut telah dibacakan oleh Yudistira Alfian selaku Hakim Ketua.

Setelah melalui sejumlah pertimbangan, akhirnya hakim pun menjatuhkan hukuman selama 20 tahun penjara kepada Kurniadi, Wahyu Wijaya dan Wahyudi. Sementara itu, Ahmad Suryono telah divonis dengan 10 tahun penjara.

“Terdakwa sudah secara sah & meyakinkan sudah melakukan pembunuhan pada Abdul Gani,” ungkap Yudistira.

Pada persidangan atas pembacaan vonis tersebut, telah terungkap otak pembunuhan ialah Wahyudi dan Wahyu Wijaya. Sementara itu, sebagai eksekutornya alah Kuniadi. Kurniadi telah memukulkan pipa besi pada tengkuk korban, yakni Abdul Gani. Abdul Gani telah dibunuh oleh terdakwa pada ruangan dari Gedung Asrama Putra Padepokan.

Lantas mayat korban telah dimasukkan ke dalam boks plastic dengan kondisi kepala telah terbungkus plastic. Kemudian mayat Abdul Gani dibuang pada Waduk Gajah Mungkur yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah. Yang memberatkkan vonis dari para tersangka ialah semua terdakwa tak bersedia untuk mengakui segala perbuatannya sudah membunuh korban.

Mendengar keputusan hakim, lantas Jaksa Penuntut Umum serta penasehat umum pun langsung mengajukan banding. Muhamad Usman selaku Jaksa Penuntut Umum, telah mengungkapkan bahwa hukuman yang telah dijatuhkan kepada para terdakwa itu terlalu ringan. Menurutnya, seluruh terdakwa harus mendapatkan vonis yang lebih berat lagi.

“Seharusnya, minimal mendapatkan hukuman seumur hidup hingga hukuman mati,” katanya.

Sementara itu, M. Sholeh selaku penasehat hukum dari keempat terdakwa, pun mengajukan banding. Menurunya, vonis yang telah diputuskan oleh majelis hakim itu telah dinilai cacat. Baik Jaksa Penuntut Umum atau pun penasehat hukum diberikan waktu oleh majelis hakim untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Be Sociable, Share!