Kabar Nasional – Sistem Dwikewarganegaraan Bisa Ancam NKRI

 

System memiliki kewarganegaraan yang ganda telah dinilai belu pantas untukditerapkan di Indonesia. Karena system itu dinilai dapat mempenagruhi adanya kedaulatan dan dapat menganggu pertahanan Indonesia.

Pakar umum dari Internasional UII atau universitas Islam Indonesia yaitu Djawahir Thontowi telah mengatakan masih banyak yang harus dipertimbangkan dalam memberlakukan dwikewarganegaraan. “BUkan dari system hukumnya saja, namun juga dari system social politiknya dari masyarakat Indonesia juga,” jelas Djawahir seperti yang sudha dilansir dair cnnindonesia.com  pada hari Jumat,19/08/2016.

Baginya, system kewarganegaraan ganda dapat dimanfaatkan bagi orang yang selama ini memang menginginkan untuk memisahkan salah satu daerah NKRI. Guru besar dari UII itu juga sangat khawatir karena system kewarganegaraan ganda bsia dimanfaatkan guna kepentingan pribadi. Djawahir juga mengatakan masih sangat banyak warga dari Indoensia yang merasakan tak mendapat perlakuan yang adil dari Negara.

“Mereka nantinya dapat dengan mudah untuk menjual identitas guna kepengtingan pribadi,” jelas Djawahir. Bagi mereka dengan adanya alasan yang diperlukan tidak adil baginya dapat saja merangkap beberapa kewarganegaraam guna menjual sebuah informasi yang ada sifatnya dengan rahasia kepada Negara lainnya.

Dari sitem kewarganegaraan tunggal yang memang diakui oleh bangsa Indonesia memang saat ini bagi Djawahir ini sudah lah sangat tepat. Janganlah sampai sebuah system ini bisa diubah yangdapat berakibat mudahnya masuk kepentingan Negara asing.

Dari beberapa Negara yang maju bagi Djawahir memanglah menganut sisten dwikewarganegaraan. Tapi, dari system ini sudah bisa dibarengi dengan adanya social politik yang sudah mapan. Kesejahteraan juga sudah dapat diberikan kepada para warganya sehingga akan berimbas kepada kesetiaan warganya.

“Di Negara Indonesia sudah 71 tahun merasakan merdeka namun tetap saja belum ada pemerataan,” jelas dia. Dan bahkan juga masih ada banyak kelompok radikal dan juga kaun separatis yang telah mengancam keutuhan dari NKRI.

Djawahir juga menyetujui jika perantau ataupun diaspora haruslah dapat difasilitasi disaat mereka ingin kembali untuk bisa berkarya di Indoensia. Tapi,baginya tak bisa menjamin mereka dapat benar-benar setia kepada Republik Indonesia tanpa adanya penanaman ideology kuat.

“Negara memang harusnya berhati-hati jika aparat harus memiliki kepedulian terhadap kelangsungan dari NKRI di masa mendatang,” akhir Djawahir.

Be Sociable, Share!