Kabar Nasional – Sistem Lima Hari Sekolah Tidak Bisa Diterapkan pada Seluruh Wilayah

Mulai tahun ajaran yang baru ata 2017 / 2018, kegiatan belajar mengajar pada seluruh tingkatan sekolah akan berjalan dalam lima hari. Muhaddjir Efendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengatakan apabila system tersebut telah dibuat karena system kegiatan belajar mengajar yang berlasku pada saat ini, minimal 8 jam disetiap harinya. Sedangan standar kerja dari aparat sipil negara, dimana termasuk juga guru ialah 40 jam dalam satu pekan.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Sofia Hartati telah mengatakan apabila aturan sekolah yang libur pada hari Sabtu itu tak akan mampu berlaku di seluruh wilayah yang ada di Indonesia. menurutnya aturan itu hanya bisa efektif apabila diterapkan pada wilayah perkotaan. Sedangkan pada wilayah pedesaan, Sofia telah menyebutkan apabila aturan itu masih perlu untuk disesuaikan kembali.

“Misalnya  kalai itu di kota besar, saya kira memang sudah cocok. Sebab memang juga telah disesuaikan jam kerja dari para orang tua. Namun apabila di pedesaan, menurut saya masih sangat situasional,” ungkap Sofia sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Sabtu 10/6/2017.

Sofia juga mengatakan apabila situasi di perkotaan serta pedesaan itu memang berbeda. Begitu pula dengan jam kerja dari para orang tua. Sebagian besar dari orang tua yang ada di pedesaan, telah bekerja sebagai petani serta mempunyai banyak waktu kerja yang berbeda dari masyarakat perkotaan.

“Bertani kan memiliki jam kerja yang lebih pendek jika dibandingkan dengan jam ngantor. Misala hingga jam 11 atau pun jam 12 siang, mereka selanjutnya kembali ke rumah. Tidak hanya itu saja, pada Sabtu dan Minggu mereka juga tetap bekerja untuk bertani. Untuk itulah, desa akan sangat situasional, tergantung pada kebutuhan masyarakat, menurut saya ya perlu untuk diberikan keleluasaan terhadap pihak sekolah,” imbuhnya.

Jam kerja guru yang telah diatur menjadi 40 jam selama seminggu, juga haruslah ditindaklanjuti atas perbaikan serta peningkatan dari fasilitas sekolah. Hal itu pun diperlukan oleh para siswa.

Melakukan kegiaan belajar mengajar dalam waktu 8 jam setiap hari, memang bisa dikatakan melelahkan. Sehingga, Sofia menambahkan apabila efektif atau tidak system delapan jam itu juga ada pengaruh dari fasilitas yang telah tersedia pada masing – masing sekolah.

About The Author