Kabar Nasional – Sopir Angkot Bunuh Istri dan Membuang Jasadnya di Hutan

Tim Alfa Force dari Polresta Bogor Kota telah berhasil melakukan penangkapan kepada sopir angkot yang bernama Uci Sanusi, 29 tahun. Sanusi telah ditangkap di Bogor, dirinya ditangkap lantaran telah membunuh istrinya sendiri, Sintia, 31 tahun.

“Pelaku sudah kita tangkap tanpa perlawanan di rumahnya yang berada di Tajur. Hubungan dari korban dan pelaku ialah suami – istri,” ungkap Kombes Suyudi Ario Seto selaku Kapolresta Bogor, sebagaimana yang telah dikutip dari Detik pada Kamis 5/1/2017.

Mantan Wakapolres dari Jakarta Barat tersebut telah mengungkapkan bahwa pembunuhan itu telah terjadi pada bulan Maret 2015 silam. Sanusi bersama dengan tiga temannya yang pada saat ini masih buron, telah menghabisi nyawa Sintia. Mereka melakukan aksinya di dalam mobil yang tengan mereka tumpangi dalam perjalanan di daerah Ciranjang, Cianjur.

Pada saat kejadian, Sintia tengah duduk di kursi depan bersebelahan dengan suaminya, Sanusi yang tengah mengemudi. Di tengah perjalanan, Sintia lalu dijerat lehernya dengan memakai tali rafia oleh tersangka lain sampai meninggal dunia. Kemudian jasadnya dibuang di hutan.

“Tersangka telah memegang kemudi serta korban duduk di kursi sebelahnya, di bangku depan. Sementara itu, tersangka DA duduk di belakang korban. Ketika memasuki daerah Cianjur, dari belakang tersangka DA telah menjerat korban dengan menggunakan tali rafia hingga meninggal dunia,” jelas Suyudi.

Setelah membunuh korban, pera pelaku kemudian membawa jasad korban dan meninggalkannya pada kawasan hutan di Pameungpeuk, Garut. Jasad korban akhirnya ditemukan oleh salah seorang warga yang kebetulan telah melewati lokasi dari pembuangan jenasah korban.

“Jadi, ini TKPnya berjalan. Perencanaannya telah dilakukan di Bogor Kota, lalu pembunuhannya terjadi di Cianjur. Sementara itu, jasadnya ditemukan di Garut,” imbuhnya.

Karena perbuatannya, Sanusi pun dijerat Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana dan ancaman hukuman penjara 15 tahun minimal serta pasal 362 terkait pencurian.

“Selain telah membunuh, pelaku juga telah melakukan pencurian serta menjual angkot yang dimiliki oleh korban. Hasil dari penjualan angkot tersebut, telah dibagi – bagi kepada masing – masing pelaku,” pungkasnya.

About The Author