Kabar Nasional – Status Kasus Ahok akan Diumumkan Besok

 

Status laporan dari dugaan penistaan agama yang telah dilakukan oleh Ahok, terkait dengan sambutan yang telah dilakukannya di Kepulauan Seribu, diumumkan besok. Tim dari Bareskrim Polri masih akan mengkaji dari hasil gelar perkara itu untuk menentukan ada tau tidaknya unsure pidana dari dugaan penistaan agama tersebut.

“Insya Allah, besok disampaikan hasil dari rumusan tim penyidik yang berkaitan atas status perkara, status hukum. Apa bisa diringkatkan menuju penyidikan ataukah tidak, hal itu besok akan diumumkan. Waktu dan tempatnya akan kami sampaikan,” ujar Irjen Boy Rafli Amar selaku Kadiv Humas Polri pada jumpa persnya yang berlangsung di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa 15/11/2016.

Gelar perkara Basuki Tjahaja Purnama telah dimulai pada pukul 9:20 WIB dan masih berlangsung hingga sore hari. Tim penyelidik telah memaparkan keterangan dari saksi pelapor, keterangan dari ahli pelapor, ahli dari terlapor serta ahli dari Polri.

Ada tujuh orang ahIi dari Polri yang telah hadir pada gelar perkara tersebut, sebagaimana yang diungkapkan oleh Boy. Sementara itu, pihak pelapor telah membawa juga 7 ahli serta pihak terlapor yaitu Ahok, juga mengikutsertakan 5 ahli.

“Pimpinan telah memberikan 1 jam pada ahli untuk menyampaikan dari hal – hal yang masih belum disebutkan pada berita acara yang terdahulu. Pada saat ini, masih berlangsung,” imbuh Boy.

Boy juga menambahkan bahwa gelar perkara tersebut diperkirakan baru akan selesai sekitar pukul 20:00 WIB. Tim penyelidik termasuk juga Kabareskrim Komjem Ari Dono Sukmanto, selanjutnya akan menelaah hasil dari gelar perkara itu setelah selesainya proses gelar perkara.

“Kabareskrim beserta timnya juga akan merumukan gelar perkara tersebut pada malam hari dan kemungkinan besar besok hasilnya akan bisa disampaikan kepada masyarakat,” tambah Boy.

Ahon memang sudah berulang –ulang kali menegaskan bahwasannya tak ada maksud telah menistakan agama dengan menyebutkan surat Al Maidah ayat 51 ketika berbicara dengan warga yang berada di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 silam. Tetapi, dirinya bersiap dengan segala resiko terburuk atas proses hukum yang telah berjalan.

Be Sociable, Share!