Kabar Nasional – Sungguh Ironis, Gadis Dibawah Umur Jebolan Pesatren Jalani Prostitusi Online

 

Praktik dari prostitusi online yang ada dikawasan pantura mulai marak terjadi di kawasan Kota Cirebon, Jawa Barat. Tarifnya pun juga beragam untuk para PSK (Pekerja Seks Komersial) yang rata – rata masih berusia muda atau ABG menjadi peluang bisnis bagi para mucikari untuk memanfaatkaan para hidung belang.

Bahkan, praktik prostitusi online yang beroperasi di Kota Cirebon itu terbilang tidak mengenal waktu dan momen. Hal itu terlihat dari jajaran Polresta Cirebon yang berhasil mengamankan para pelaku prostitusi online. Pelaku yang berhasil ditangkap diketahui bahwa seorang mucikari tengah menjual dua PSKnya

Mirisnya, dari keempat PSK yang berhasil diamankan, satu diantaranya masih berusia 16 tahun. Gadis belia yang berinisial N itu diketahui adalah jebolan dari salah satu pondok pesantren yang ada di Cirebon.

N mengaku sudah tidak mempuyai semangat untuk melanjutkan sekolah lagi. Sebab, mendapatkan uang dengan cara melayani nafsu pria hidung belang lebih mudah didapat.

“Saya hanya sampai SMP saja di pondok pesantren setelah itu keluar,” kata N saat di gelar perkara di Kantor Polresta Cirebon, pada Jumat (02/06/2017).

Gadis belia itu sudah menjalankan bisnis esek – esek sebagai PSK selama enam bulan. Dia memasang tarif untuk sekali kencan mulai dari Rp 1,3 sampai Rp 1,5 juta.

Dalam aktivitas menjajakan tubuhnya ke para pria hidung belang, N termasuk orang yang cukup selektif. Bahkan sebelum melakukan seks N lebih memilih untuk mencoba mengenal lebih dulu pelangannya.

“Biar ngak salah dan asal terima tamu. Saya juga biasanya dijemput teman ketika mau melayanitamu,” katanya.

AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Kapolresta Cirebon mengungkapkan, polisi telah mengamankan empat PSK dan satu mucikari yang menjalankan bisnis esek – eseknya memanfaatkan jaringan online.

“Salah satunya ya N itu yang juga masih di bawah umur. Mereka semua dibekuk saat mucikari tengah mengantar dua PSKnya di hotel berbintang,” jelas Adi.

Dalam menjalankan bisnis haramnya ini, sang mucikari hanya memanfaatkan pesan singkat yang menggunakan aplikasi telepon seluler. Setelah terhubung dengan sang mucikari lantas pria hidung belang akan ditunjukkan foto para PSKnya melalui pesan singkat tersebut.

Setelah ada kesepakatan masalah harga, mucikari lantas memberikan kesempatan untuk si tamu menjalin komunikasi dengan PSK. Selain ada yang masih dibawah umur, PSK yang berhasil ditangkap merupakan mahasiswa dari salah satu kampus yang ada di Cirebon dan juga seorang janda.

Dari praktik esek – esek online itu, sang mucikari hanya mendapatkan bagian Rp 300 ribu dari setiap transaksi yeng sudah disepakati.

Be Sociable, Share!